Eks Pejabat Solo Era Walkot Jokowi Ngaku Diperas Jaksa, Ini Kata FX Rudy

Ari Purnomo - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 12:38 WIB
Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, Minggu (23/5/2021).
FX Hadi Rudyatmo (Foto: Muchus Budi R/detikcom)
Solo -

Eks Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapermas dan KB) Solo Hasta Gunawan pada era Jokowi menjadi walkot mengungkap dirinya menjadi korban percobaan pemerasan oknum jaksa saat menjadi saksi kasus dugaan korupsi di Pemkot Solo tahun 2012. Mantan Wali kota Solo FX Hadi Rudyatmo buka suara.

Dalam postingan Hasta Gunawan di akun Facebook pribadinya mengatakan bahwa dugaan korupsi yang sedang ditangani Kejati Jateng itu terjadi pada tahun 2012, sedangkan dia diperiksa sebagai saksi pada tahun 2013.

Pada tahun 2012 Pemkot Solo dipimpin oleh wali kota Jokowi yang berpasangan dengan FX Rudy sebagai wakilnya. Sedangkan pada tahun 2013, Solo sudah dipimpin FX Rudy sebagai wali kota menggantikan Jokowi yang terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta saat itu.

Namun saat dimintai tanggapan terkait curhatan Hasta tersebut, FX Rudy mengaku tidak tahu menahu. "Kula ra ngerti nek niku (saya tidak tahu kalau itu)," ungkap Rudy saat dihubungi detikcom, Jumat (3/9/2021).

Rudy juga memastikan bahwa 'atasan' yang dimaksudkan oleh Hasta bukanlah dia. Dalam postingan Hasta, memang disebut bahwa atasannya sempat berseloroh memerintahkan kepada Hasta agar memberi uang yang diminta oknum jaksa tersebut, pakai uang dari sang atasan tersebut.

"Tidak mungkin kalau saya. Saya tidak pernah perintah kalau itu (memberi uang ke jaksa). Kalau itu tak tataki dhewe (saya hadapi sendiri)," tegasnya.

Meski begitu, Rudy membenarkan bahwa saat Hasta Gunawan menjadi saksi kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Mojosongo dirinya menjabat sebagai wali kota. "2013 sudah saya (wali kotanya), tapi saya tidak pernah kongkonan (menyuruh) seperti itu, saya tidak pernah," ungkap Rudy.

"Kalau saya ditareni (dimintai pertimbangan) tidak mungkin disuruh memberi pakai uangku, lah uangnya siapa? Tidak, saya tidak pernah kayak kayak begitu," tegas FX Rudy.

Seperti isi curhatan Hasta di bagian keempat dituliskan bahwa ada atasannya yang menyuruh memberikan uang.

Unforgetable story ( bagian 4 ) :
"Setiap menghadiri panggilan sebagai saksi di Kejaksaan tinggi saya selalu laporan scr lesan kpd atasan saya...saya diancam..saya diperas..dimintai uang dll, atasan saya pun pernah berseloroh : dah Has dikasih saja ...pakai uang ku."

Saat dihubungi, Hasta mempersilakan postingannya itu dikutip. Hasta mengaku memang sengaja menuliskan pengalamannya itu.Saat kasus korupsi itu diusut Hasta menjabat sebagai Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapermas dan KB) Kota Solo pada era Joko Widodo menjadi Wali Kota.

"Ya tidak apa-apa, itu hanya mengganjal saja dulu setelah selesai kasusnya jadi bermusuhan dengan teman-teman. Setelah sudah selesai semua mengaku pernah dimintai uang," kata Hasta saat dihubungi detikcom, Kamis (2/9).

(mbr/sip)