Detik-detik Korban Kejar dan Hadang Pelaku Begal Payudara di Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 13:47 WIB
Pelaku begal payudara ditangkap di Purworejo, Jumat (3/9/2021).
Pelaku begal payudara ditangkap di Purworejo, Jumat (3/9/2021). (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Polisi menahan pelaku begal payudara di Purworejo, Jawa Tengah bernama Andrian Dwi Ratno (23). Sebelum ditangkap,sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara pelaku dan korban.

"Setelah kejadian tersebut korban mengejarnya ke arah selatan, sesampainya di Perempatan Desa Cengkawakrejo pelaku belok kiri dan korban mengikutinya. Pada saat itu jalan tersebut ditutup sehingga pelaku berbalik arah dan pada saat balik arah, korban menghadangnya menggunakan sepeda motor," ungkap Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono, saat menggelar jumpa pers di Mapolres Purworejo, Jumat (3/9/2021).

Peristiwa itu terjadi pada Senin (30/8) malam. Pelaku sebelumnya membuntuti korban yang sedang mengendarai sepeda motor sendirian di Jalan Brigjend Katamso, Desa Borokulon, Kecamatan Banyuurip, Purworejo. Korban dibuntuti pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion Warna Putih tanpa pelat nomor dan tidak mengenakan helm.

Pelaku yang saat itu memakai jaket warna cokelat dan tas selempang tersebut kemudian memepet korban dari sebelah kanan sehingga korban tidak bisa melakukan perlawanan. Saat itu, pelaku langsung memegang dan meremas payudara korban dan melarikan diri.

Korban pun langsung mengejar pelaku sambil berteriak minta tolong. Pelaku yang salah jalan, akhirnya berhasil diringkus warga sekitar setelah terhenti di jalan buntu, dan akhirnya diserahkan ke kantor polsek setempat.

"Setelah menghadang, korban berteriak minta tolong sehingga diamankan oleh warga dan dibawa ke Polsek Banyuurip," lanjut dia.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa jaket, tas selempang dan satu unit sepeda motor milik pelaku. Pelaku begal payudara ini ditahan di Mapolres Purworejo dan bakal dijerat pasal 281 dan 289 KUHP tentang tindak asusila dengan ancaman paling lama 9 tahun penjara.

Pelaku mengaku sudah beberapa kali melakukan aksinya itu. "Kalau malam jualan martabak. Setelah jualan baru muter-muter cari perempuan yang jalan sendirian," kata Andri.

(sip/ams)