Erick Thohir dan Yenny Wahid Bertemu Khusus, Bahas Apa?

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 14:59 WIB
Erick Thohir bertemu Yenny Wahid
Erick Thohir bertemu Yenny Wahid di Sleman. (Foto: Jau Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Menteri BUMN Erick Thohir bertemu secara khusus dengan Yenny Wahid di Peace Village, Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, DIY. Apa yang dibahas?

Erick mengaku datang berkunjung atas undangan Yenny Wahid ke Peace Village. Errick memuji Peace Village yang digagas oleh putri Gus Dur tersebut bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat.

"Sebuah kehormatan buat saya diundang ke Peace Village. Mbak Yenny ini memang figur yang spesial, karena kita lihat Peace Village ini sesuatu tadi yang disampaikan Mbak Yenny, sebagai inkubator bagaimana penduduk desa kita tingkatkan kapabilitasnya. Apakah di kesenian, apakah di ekonomi atau di pendidikan. Ini luar biasa," kat Erick Thohir kepada wartawan, Selasa (31/8/2021).

Peace Village merupakan tempat untuk inkubator komunitas yang dibuat oleh Yenny Wahid dan tersebar di 30 titik. Erick menyebut BUMN memiliki PT Perhutani yang di dalamnya dikelilingi hutan sosial dan bisa dimanfaatkan menjadi semacam inkubator untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di hutan sosial.

"Mbak Yenny ini sudah membuat 30 titik seperti ini (Peace Village). Alangkah baiknya kalau tadi para penduduk di hutan sosial itu menjadi satu hal yang mereka dinaikkan kelasnya tidak hanya di pendidikan, kesenian dan ekonomi," ungkapnya.

Erick pun mencoba membuat hal serupa. Ke depan dia segera berkoordinasi dengan Kementerian LHK untuk membahas program ini.

"Kita nanti coba pikirkan bagaimana nanti kerja samanya dan nanti saya juga akan bicarakan ke Ibu Siti sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan pasti beliau juga mendukung," sebutnya.

"Karena ini pemikiran tadi kita harus memastikan ekonomi kita seimbang rakyat kita mendapat akses yang baik terhadap ekonomi, pendidikan ataupun yang tidak kalah pentingnya kebudayaan," tegasnya.

Bukan hanya itu saja, Erick juga membahas soal ketahanan pangan. Menurutnya, hal tersebut perlu dibicarakan bersama karena tidak mungkin negara berpenduduk 270 juta, pemenuhan pangannya tergantung dari import.

"Apakah di gula, di daging dan lain-lainnya. Kita harus bisa punya roadmap jangka panjang swasembada dan salah satunya saya rasa daging. Berartikan kita bisa memproduksi dengan baik.

Selanjutnya: apa kata Yenny Wahid?