Terpopuler Sepekan

Mengemuka Lagi Rebutan Lahan Kantor Walkot Magelang Antara Pemkot Vs TNI

Eko Susanto - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 08:41 WIB
Kantor wali kota Magelang di Jalan Sarwo Edhie Wibowo Kota Magelang, Jateng, tiba-tiba dipasang lambang atau logo TNI. Hingga saat ini belum diketahui siapa yang memasang logo tersebut.
Kantor Wali Kota Magelang dipasangi lambang atau logo TNI (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Kantor Wali Kota Magelang di Jalan Sarwo Edhie Wibowo, Kota Magelang, Jateng, tiba-tiba dipasang lambang atau logo TNI. Soal aset lahan ini masih menjadi polemik antara Pemkot Magelang dengan TNI.

Logo besar tersebut terlihat mulai terpasang tepat di tengah bangunan kantor wali kota bagian atas sejak Rabu (25/6) siang. Pemkot Magelang pun menanggapi terkait pemasangan logo TNI itu.

"Tetap bekerja seperti biasa, kerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Tetap berikan pelayanan masyarakat sebaik-baiknya," ungkap Sekda Kota Magelang Joko Budiyono, dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (26/8/2021).

Joko mengatakan, saat ini Kota Magelang sedang fokus pada penanganan COVID-19. Apalagi masih harus melanjutkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 sesuai Instruksi Mendagri Nomor 35 Tahun 2021.

"Kita sedang fokus pada penanganan COVID-19, pemulihan ekonomi dan percepatan vaksinasi. Termasuk sosialisasi protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat agar Kota Magelang turun level," katanya.

Perihal soal polemik lahan ini, pada 3 Juli 2020, sejumlah prajurit dari Akademi TNI naik enam truk bertuliskan Akademi TNI mendatangi kompleks kantor Pemkot dan DPRD Kota Magelang. Mereka memasang lima patok di kompleks kantor pemerintah dan legislatif Kota Magelang tersebut.

Patok yang dipasang berwarna putih dan bertuliskan 'Tanah dan Bangunan Ini Milik Dephankam Cq Mako AKABRI/Mako Akademi TNI. Berdasarkan SHP No 9 tahun 1981 IKN No 2020335014, Luas Tanah 40.000 meter persegi'. Adapun pemasangan patok ini dipimpin Komandan Resimen Candradimuka Akademi TNI Kolonel (Pas) Tri Bowo.

"Hari ini, kami akan melakukan pemasangan (patok). Ini bermaksud bahwa kepemilikan adalah hak kami yang memiliki sertifikat. Luasnya kurang lebih 40.000 meter persegi," kata Tri Bowo, saat itu.

Sementara itu, Pemkot Magelang menjelaskan sesuai dokumen, ada pelimpahan untuk menempati sebagai kantor Wali Kota Magelang. Pelimpahan tersebut terjadi di era Menteri Pertahanan Soesilo Sudarman dan Mendagri Supardjo Rustam kepada Gubernur Jawa Tengah serta Pemkot Magelang.

"Perlu saya sampaikan kepada teman-teman pers, saya melihat dokumen yang ada. Aset yang ada di Pemerintah Kota Magelang tahun 1985, Pak Menteri Pertahanan waktu itu, Jenderal Soesilo Sudarman menyerahkan kepada Pak Mendagri Supardjo Rustam. Kemudian dari Mendagri kepada Gubernur Jawa Tengah menyerahkan supaya ditempati Kantor Wali Kota Magelang," ujar Wali Kota Magelang saat itu, Sigit Widyonindito pada 3 Juli 2020.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat itu juga ikut turun tangan. Dia mengaku sudah menghubungi Panglima TNI terkait polemik aset tanah Pemkot Magelang dan Akademi TNI. Ia berharap kedua belah pihak cooling down. Ganjar juga mengusulkan penyelesaian dengan saling hibah dan disebut disetujui oleh Panglima TNI.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak juga Video: Polemik Aset Berujung Pemasangan Logo TNI di Kantor Wali Kota Magelang

[Gambas:Video 20detik]