Gunung Merapi Erupsi, 9 Desa di Magelang Diguyur Hujan Abu

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 19:35 WIB
Pucak Gunung Merapi terlihat dari Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (5/7/2021). Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, pada periode Senin, 7 Juli 2021 pukul 06.00-18.00 WIB teramati terjadi satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.500 ke arah barat daya, 14 kali luncuran lava pijar ke arah barat daya jarak maksimal 1.500 meter dan 14 kali luncuran lava pijar jarak luncur 1.800 meter ke arah tenggara. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/pras.
Pucak Gunung Merapi terlihat dari Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (5/7/2021). (Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Kabupaten Magelang -

Erupsi Gunung Merapi tadi sore mengakibatkan sejumlah desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diguyur hujan abu. Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di sembilan desa yang tersebar di Kecamatan Srumbung dan Salam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono mengatakan, telah terjadi hujan abu tipis akibat awan panas guguran Gunung Merapi. Berdasarkan laporan dari masyarakat hujan abu terjadi di Kecamatan Srumbung dan Salam.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat telah terjadi hujan abu tipis akibat awan panas guguran Gunung Merapi. Hujan abu terjadi di beberapa wilayah KRB (kawasan rawan bencana) Merapi dan sekitarnya," kata Edi dalam pesan singkatnya, Sabtu (28/8/2021).


Hujan abu tersebut dilaporkan terjadi di Kecamatan Srumbung meliputi Desa Kradenan, Srumbung, Kaliurang dan Kemiren. Selain itu, juga terjadi hujan abu di Desa Banyuadem, Jerukagung dan Ngablak. Sedangkan di Kecamatan Salam meliputi Desa Sucen dan Kadiluwih.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada," kata Edi.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi kembali erupsi dan memuntahkan awan panas sore hari ini. Berdasarkan data BPPTKG, jarak luncur awan panas Gunung Merapi kali ini mencapai 3 kilometer.

"Awan panas guguran Merapi tanggal 28 Agustus 2021 pukul 16.20 WIB," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangannya, hari ini

Hanik menjelaskan, erupsi gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakart (DIY) ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 milimeter dan durasi 234 detik. "Cuaca berkabut estimasi jarak luncur 3.000 meter ke arah barat daya," ungkapnya.

Hingga saat ini BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada level Siaga sejak 5 November 2020.

"Aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," tegasnya.

(sip/sip)