Banyak Kambing Mati Misterius di Gunungkidul, BKSDA Bakal Pasang CCTV

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 18:14 WIB
Kambing mati diserang hewan misterius di Gunungkidul, Jumat (27/8/2021).
Kambing mati diserang hewan misterius di Gunungkidul, Jumat (27/8/2021). (Foto: dok Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul)
Gunungkidul -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Daerah Istimewa Yogyakarta (BKSDA DIY) berencana akan memasang CCTV di lokasi untuk mengetahui hewan misterius yang menyerang kambing-kambing di Kabupaten Gunungkidul. Meski begitu, Pemkab Gunungkidul menilai pemasangan CCTV sulit dilakukan karena masalah geografis.

Kepala BKSDA DIY Muhammad Wahyudi menyatakan pihaknya belum bisa memastikan hewan apa yang menyerang puluhan kambing di Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul itu.

"Perlu penyelidikan intensif untuk mengetahui jenis hewan tersebut. Jadi kami berencana untuk memasang kamera CCTV," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (27/8/2021).

Menyoal kapan pemasangan CCTV tersebut, dia mengaku belum bisa memastikannya. Menurutnya perlu ada observasi lebih lanjut, terlebih lokasi serangan hewan ternak itu berubah-ubah.

"Untuk pemasangannya kami belum bisa memastikan kapan, karena masih perlu beberapa hal yang harus dipertimbangkan," ucapnya.

Buru Pemangsa Kambing di Gunungkidul Sejak 2017

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengaku telah melakukan penanganan terkait serangan hewan misterius terhadap ternak sejak 2017. Bahkan, dia seseorang dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM bernama Hery Wijayanto pernah memasang jebakan di Kalurahan Purwodadi pada tahun 2017.

"Pernah dilaksanakan pemasangan jebakan pada malam hari sampai dini hari pukul 01.00 WIB di Kalurahan Purwodadi berupa jaring maupun penjepit kaki namun belum berhasil. Pemasangan itu bersama dari UGM," ucap Bambang kepada detikcom, hari ini.

Untuk itu, Bambang menilai pemasangan CCTV hanya akan sia-sia. Terlebih, lokasi kejadian tersebut selalu berpindah-pindah setiap tahunnya.

"Kendala lokasi serangan berpindah-pindah, pemasangan jebakan kadang terkendala lokasi. Selain itu, lokasi kandang jauh dari perkampungan sehingga tidak ada listrik untuk penerangan maupun pasang kamera CCTV," ujarnya.

Karena itu, pihaknya menyarankan warga untuk memperkuat konstruksi kandang, penerangan kandang diperbaiki, dan penjagaan kandang ditingkatkan. Jika tidak, warga diminta membawa pulang hewan ternak yang dipelihara di tengah ladang.

Lihat juga video 'Anak Kambing Bermata Satu Bikin Heboh Warga Blitar':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya...