Curhatan Para Korban Penipuan Arisan Online hingga Miliaran di Blora

Febrian Chandra - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 12:23 WIB
Blora -

Berharap untung, berakhir buntung. Para korban korban penipuan arisan online di Blora kini hanya bisa meratapi nasib. Uang ratusan juta hingga miliaran Rupiah yang diinvestasikan masing-masing korban dalam arisan online kini tak jelas rimbanya itu.

Riski, salah satu korban, mengatakan dirinya telah menginvestasikan uangnya sebanyak Rp 400 juta untuk mengikuti arisan online. "Karena tergiur, total ada Rp 400 juta saya ikutkan di arisan online," kata Riski saat ditemui detikcom, Senin (23/8/2021).

Uang itu dia setorkan ke Nilawati alias Lala warga kecamatan Sambong yang diduga sebagai inisiator atau pemilik arisan online ini.

Korban lain, Yeni, mengaku mengalami kerugian hampir mencapai Rp 2 miliar. Uang sejumlah itu bukan seluruhnya milik dia. "Uang saya pribadi itu sekitar Rp 500 jutaan sedangkan sisanya milik member. Ada sekitar 20 orangan," kata Yeni.

Para member tersebut, menyetor uang beragam nilainya ada yang sekitar puluhan juta, Rp 100 juta bahkan ada Rp 300 juta. "Jika dihitung total bersama uang pribadi saya, ada hampir Rp 2 miliar yang sudah saya setorkan ke Lala," terangnya.

Yeni ditagih oleh para membernya. Ia kebingungan bagaimana caranya mengembalikan uang milik membernya yang telah disetorkan kepada Lala, padahal seharusnya bulan ini mereka mendapatkan hasil arisan tersebut.

"Bingung saya, mau pulang ke rumah juga takut nanti digeruduk member. Tapi ya mau gimana lagi, aku jelasin semuanya. Kalau mereka mau uang, ya nanti saya jual-jualin lah barang-barang saya. Berapapun harganya, dan bagaimana perasaan mereka nantinya, ya memang kondisinya seperti itu," ujar Yeni.

"Saya sendiri juga korban. Uang saya juga hilang. Saya nggak nipu. Saya juga sebagai korban dari Lala," lanjutnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Januari 2021. Yeni yang mengenal Lala tergiur dengan ajakan untuk ikut arisan online. "Menurut saya (orangnya) baik, saya sedikitpun tidak curiga sama sekali," katanya.

Yeni mengaku selalu mendapatkan upah sebanyak Rp 50.000 setiap dapat merekrut member baru. Upah tersebut langsung dikirimkan bersama hasil dari arisan online yang didapatkannya.

Selanjutnya pelaku diminta segera menyerahkan diri