ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Awalnya Tantang Polisi yang Bubarkan Dangdutan, Kades Minta Maaf Kemudian

Saktyo Dimas R - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 09:16 WIB
Viral video pentas musik peringatan HUT ke-76 RI di Kendal dibubarkan polisi.
Viral video pentas musik peringatan HUT ke-76 RI di Kendal dibubarkan polisi. Foto: Saktyo Dimas R
Kendal -

Video pentas musik dibubarkan polisi viral di media sosial. Acara dangdutan itu diketahui dalam rangka peringatan Kemerdekaan RI di Desa Kebonagung, Kecamatran Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (17/8) malam.

Dalam video yang viral, tampak seorang pria yang diduga merupakan kepala desa (kades) tidak mengindahkan apa yang disampaikan oleh petugas gabungan Satgas COVID-19. Pria itu juga terlihat sempat bersitegang dengan Kapolsek Pegandon AKP Zaenal Arifin di lokasi dangdutan. Saat itu petugas menyampaikan imbauan agar panitia menghentikan acara pentas musik karena mengundang kerumunan dan melanggar PPKM.

"Kita sampaikan dengan baik, namun kades menanggapinya dengan arogan dan bahkan menantang petugas yang ada untuk membubarkan acara yang dihadiri oleh banyak warga desa tersebut," kata Bhabinkamtibmas Desa Kebonagung, Aiptu Ali Mashadi, kepada detikcom, Rabu (18/8/2021).

Selain itu, lanjutnya, sebagian warga yang hadir juga banyak yang tidak mengenakan masker.

Saat dimintai konfirmasi, Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto membenarkan peristiwa dalam video viral tersebut. Ia menyayangkan adanya pentas musik dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di Desa Kebonagung itu.

"Sangat tidak pantas dilaksanakan pentas musik yang mengundang kerumunan, meski sudah masuk PPKM level 3 namun tetap kegiatan yang mengundang kerumunan tidak dianjurkan, apalagi pentas tersebut tidak ada izin ke kepolisian," kata Yuniar saat ditemui detikcom di kantornya.

"Saat diperingatkan Kapolsek, kades ini justru mencoba memprovokasi warga agar pentas musik dangdut tetap dilakukan. Warga hampir terprovokasi oknum kades ini tapi anggota kami tetap membubarkan acara tersebut," lanjutnya.

Yuniar menambahkan, tindakan Kapolsek Pegandon beserta anggotanya untuk membubarkan kegiatan dangdutan tersebut sudah benar dan sesuai dengan aturan yang ada.

"Langkah yang dilakukan anggota kami di lapangan sudah benar dan sesuai aturan. Ini kan masih masa PPKM apalagi dia kepala desa yang menjadi panutan bagi warganya. Jadi ya nggak sepantasnya melakukan kegiatan seperti itu," jelasnya.

Polisi akan mendalami dan melakukan penyelidikan atas kasus penyelenggaraan pentas musik di Desa Kebonagung tersebut.

"Kita akan dalami dulu kasusnya dan lakukan penyelidikan dengan memanggil pihak yang terlibat dalam acara kegiatan pentas musik tersebut baik penyelenggara maupun kepala desa. Pemeriksaan lebih lanjut akan ditangani Polres Kendal," imbuhnya.

"Dari video itu, saya bisa lihat aksi yang dilakukan oknum kades yang menolak dibubarkan anggota saya pada pentas dangdut di desanya. Polres Kendal akan terus dalami dan selidiki kasus pentas dangdut tersebut," katanya.

Polres Kendal bersama Satgas COVID-19 Kendal juga akan melakukan tracing dan tes swab kepada warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Namun pada Kamis (19/8), kades yang sempat tantang polisi itu akhirnya mendatangi kantor polisi untuk minta maaf. Dia adalah Kades Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Widodo.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak juga 'Bansos Puluhan Warga di Tasik Dipotong Rp 100 Ribu, Kades Buka Suara':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT