Wanita Hamil yang Dibunuh Pacar di Demak Dihabisi dalam Kamar Hotel

Mochamad Saifudin - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 17:22 WIB
Demak -

Pemuda berinisial HR (20) yang tega membunuh pacarnya yang tengah hamil 6 bulan di Demak, Jawa Tengah, akhirnya ditangkap. Pelaku menghabisi korban di kamar hotel.

"Iya, sudah direncanakan dari awal, pelaku ini menjemput korban pada hari Minggu (15/8) malam terus dibawa ke Kudus di hotel, setelah itu dieksekusi di situ. Motifnya atau alasannya adalah pelaku ini cemburu karena pernah melihat pacarnya ini atau korban jalan bareng dengan laki-laki lain," jelas Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono kepada wartawan di Pendopo Mapolres Demak, Kamis (19/8/2021).

HR yang merupakan warga Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini telah merencanakan aksinya. Dia menghabisi nyawa pacarnya dengan menjerat leher korban.

Awalnya ia menjemput korban menggunakan mobil rental pada Minggu (15/8) malam dan mengajaknya ke sebuah hotel di Kabupaten Kudus. Di kamar hotel, pelaku membunuh korban saat tidur dan membuang jasadnya di tanggul sungai di Desa Mijen.

"Tersangka ini membunuh dengan cara menjerat leher korban pada saat korban terlelap tidur," ujarnya.

"Hasil autopsi terdapat jeratan di leher, ada janin bayi berumur 6 bulan. Jadi pada saat (pelaku) melakukan aksinya, korban ini sedang mengandung 6 bulan, untuk bayi jenis kelaminnya laki-laki," sambung Budi.

Budi menjelaskan kasus ini diusut setelah ditemukannya sesosok mayat perempuan tanpa identitas di tanggul Sungai Wulan, Desa Mijen, Demak. Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban yang akhirnya diketahui berusia 19 tahun warga Kabupaten Demak.

"Jadi kami mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya mayat di tanggul Sungai Wulan di Desa Mijen. Dari informasi, personel mencari identitas daripada korban tersebut," paparnya.

"Setelah itu dari pengumpulan barang bukti dan saksi-saksi yang ada, mengerucut, sehingga kami bisa menangkap tersangka HR, lanjut kami amankan ke Mapolres untuk dilakukan pemeriksaan," sambung Budi.

Polisi menjerat HR dengan Pasal 340 KUHP atau 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup.

(sip/ams)