Terjadi Kerumunan Saat Pembagian BST, Begini Penjelasan Kantor Pos Yogya

Heri Susanto - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 20:41 WIB
Pembagian BST berupa beras 10 kilogram dilakukan di Kantor Pos Besar, Yogyakarta, Selasa (17/8/2021). Warga tampak mengantre dengan mengabaikan protokol kesehatan.
Warga antre tanpa jaga jarak demi 10 kg beras di Yogyakarta. (Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom)
Yogyakarta -

Terjadi kerumunan warga saat antrean pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Besar Yogyakarta, hari ini. Pihak Kantor Pos memberikan penjelasan bahwa kerumunan yang mengabaikan jaga jarak itu terjadi ketika penerima bantuan dari 3 kelurahan datang serentak.

"Jadi kejadian kerumunan di Kantor Pos tadi siang karena penerima tiga kelurahan datang bersamaan. Dua kelurahan yang seharusnya jadwal sore datang siang jam 12.30 WIB," kata Kepala Kantor Pos Besar Yogyakarta, Anton Crisna Susantyo, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/8/2021).

Baja Juga: Antrean Warga Tanpa Jaga Jarak Demi 10 Kg Beras di Yogyakarta


Anton menjelaskan, sebenarnya pembagian bantuan beras Bulog tersebut sudah dijadwalkan sesuai kelurahan. Selasa ini, jadwal penerima untuk warga di Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta.

"Kami jadwalkan mulai pukul 12.30 WIB sampai 14.00 WIB dari Kelurahan Brontokusuman dengan jumlah 420, (Kelurahan) Keparakan pukul 14.00 WIB sampai 15.30 WIB dengan jumlah 460, dan (Kelurahan) Wirogunan pukul 15.30 WIB sampai selesai 413 penerima. Total ada 1.293 penerima itu datang bersamaan," katanya.

Pembagian BST berupa beras 10 kilogram dilakukan di Kantor Pos Besar, Yogyakarta, Selasa (17/8/2021). Warga tampak mengantre dengan mengabaikan protokol kesehatan.Warga antre tanpa jaga jarak demi 10 kg beras di Yogyakarta. (Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom)

Atas kondisi tersebut, lanjut Anton, pihaknya segera mengambil keputusan. Agar bisa menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan tidak menimbulkan kerumunan, dua kelurahan yaituKeparakan danWirogunan, mereka minta pulang terlebih dahulu.

"Kami cek sampel, ternyata memang masyarakat tidak mengikuti jam di undangan yang sudah tertera. Akhirnya, kami umumkan di pengeras suara, kami minta warga dari Keparakan dan Wirogunan pulang terlebih dahulu," tegasnya.

Selama ini, kata Anton, selama penyaluran Bantuan Sosial Tunai sejak tanggal 15 Agustus lalu, baru pertama kali ini terjadi kerumunan. Pihaknya pun kini tengah mempertimbangkan untuk membuat mekanisme penyaluran lain.

"Karena saat ini di masing-masing kelurahan ada kegiatan vaksinasi, jadi tidak bisa tempatnya di sana. Yang jelas, bagi penerima untuk tidak perlu khawatir. Jatah beras maupun uang tidak hilang. Jika tidak diambil hari ini sesuai jadwal, bisa besok harinya diambil di kantor pos," ujarnya.

(mbr/mbr)