Pakai APD Lengkap, Tim Kubur Jenazah COVID Klaten Gelar Upacara HUT RI

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 11:05 WIB
Upacara HUT RI para relawan pemakaman COVID-19 di Klaten
Upacara HUT RI para relawan pemakaman COVID-19 di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Meskipun bercucuran keringat, tim pemulasaraan dan pemakaman jenazah COVID-19 eks Kawedanan Jatinom, Klaten melaksanakan upacara HUT kemerdekaan RI ke 76. Upacara dilaksanakan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Pantauan detikcom di lokasi, peserta upacara sekitar 40 orang mulai berkumpul di Posko sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah mengenakan APD lengkap, sepatu, masker pelindung, kaos tangan karet dan lainnya upacara dimulai pukul 09.15 WIB.

Selama upacara, peserta disemprot dengan air yang sudah disiapkan. Semprotkan air diarahkan ke udara sehingga udara lebih sejuk.

Upacara berlangsung layaknya upacara bendera biasa, diawali pengibaran bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, pembacaan teks Pancasila, proklamasi dan diakhiri doa.

"Kita memakai APD sehingga memakan banyak energi sehingga kita tadi siapkan semprotan air. Kita tidak ingin ada teman yang pingsan," ungkap koordinator Tim Kubur Cepat COVID-19 eks Kawedanan Jatinom, Heri Prabowo pada wartawan, Selasa (17/8/2021) siang.

Heri menjelaskan tujuan upacara dengan APD itu dilakukan karena tidak mungkin upacara dengan pakaian biasa. Selain itu juga untuk mengedukasi masyarakat.

"Kita juga ingin mengedukasi masyarakat, bahwa di siang hari pun kami siap memakamkan. Jadi jangan sampai bertemu Kami, kami harap masyarkat mematuhi protokol kesehatan," imbuh Heri.

Saat upacara, sebut Heri, tim juga off pemakaman. Jenazah terakhir sudah diselesaikan pemakaman pukul 02.30 WIB.

"Tidak ada agenda hari ini, tadi malam jenazah kita kuburkan sampai pukul 02.30 WIB. Peserta dari tim kecamatan Karanganom, Jatinom, Tulung dan Polanharjo," terang Heri.

Upacara HUT RI para relawan pemakaman COVID-19 di KlatenUpacara HUT RI para relawan pemakaman COVID-19 di Klaten (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

Sejak 24 Juni, tambah Heri, sudah ada 96 jenazah dimakamkan tim. Tim masih prihatin dengan masyarakat yang abai terhadap protokol COVID.

"Kami masih prihatin ada masyarakat yang abai, maka kami berpakaian begini untuk mengingatkan masyarakat untuk tetap taat protokol," tegas Heri.

Nur Haenah, tim pemulasaraan jenazah COVID mengatakan dengan APD tentu menguras keringat. Tetapi dirinya sudah terbiasa.

"Ya berkeringat tapi saya sudah biasa dengan APD. Ya bangga juga bisa ikut melawan pandemi ini tapi semoga segera berakhir," ungkap Nur pada wartawan.

(mbr/mbr)