Semarang Diprediksi Tenggelam, Ibu Kota Provinsi Jateng Perlu Pindah?

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 18:57 WIB
Stasiun Tawang Semarang kembali terendam banjir. Meski begitu, tak ada perjalanan kereta yang dihentikan meski area stasiun terendam. Berikut penampakannya.
Penampakan Stasiun Tawang Semarang saat kebanjiran beberapa waktu lalu (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Kota Semarang menjadi salah satu daerah selain Pekalongan dan Demak di Jawa Tengah yang diprediksi bakal tenggelam karena terus mengalami penurunan tanah. Lantas perlukah ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang kini berada di Semarang pindah?

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menegaskan belum ada wacana soal pemindahan ibu kota provinsi. Ganjar menyebut dengan kondisi saat ini, prediksi Kota Semarang tenggelam itu masih bisa diantisipasi.

"Nggak (tidak pernah ada wacana pindah ibu kota provinsi). Nggak juga (tidak perlu dipindah), masih bisa dikontrol," kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya, Semarang, Senin (16/8/2021).

Sebelumnya diberitakan, prediksi Semarang akan tenggelam itu disampaikan pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Heri Andreas. Heri yang merupakan ahli geodesi itu menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebut Jakarta bakal tenggelam.

Heri menyebut Kota Semarang, Demak, dan Pekalongan yang berada di utara Jateng justru lebih berpotensi tenggelam karena terus mengalami penurunan tanah. Penelitian Heri ini juga dikuatkan oleh Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip), Denny Nugroho Sugianto. Denny bahkan memprediksi Kota Semarang dan sekitarnya bisa tenggelam sekitar 50 tahun lagi.

"Jadi bisa lebih cepat dari 50 tahun. Yang tergenang itu sekarang di daerah Semarang Utara itu, di Tugu juga sudah mulai parah. Perbatasan dengan Demak juga," kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip), Denny Nugroho Sugianto, saat dihubungi detikcom, Rabu (4/8).

"Keparahan terlihat ketika hujan awal tahun yang sampai banjir di Unissula, itu membuktikan drainase sudah tidak bisa membuang air ke laut dengan gravitasi karena tanahnya lebih rendah dari air laut," sambung dia.

Terkait prediksi ini, baik pemda setempat maupun pemerintah pusat telah berupaya melakukan antisipasi. Sejumlah proyek yang dibangun bahkan juga diarahkan sebagai tanggul, seperti Tol Semarang-Demak. Tak hanya itu, upaya lainnya juga dengan membangun kolam retensi untuk menyediakan air baku, sehingga masyarakat tidak serampangan menyedot air tanah.

Lihat juga Video: Biden Sebut DKI Akan Tenggelam, Anies: AS Diajak Pertobatan Paradigmatik

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)