Round-Up

Garong Rp 470 Juta dari ATM, 2 Pemuda Ini Beli Mobil dan Borong Pakaian

Eko Susanto - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 08:00 WIB
Tampang 2 pelaku pembobol ATM Bank Mandiri di Kabupaten Magelang saat dihadirkan di Polres Magelang, Minggu (15/8/2021)
2 pelaku pembobolan ATM Bank Mandiri Megelang, Jateng (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kabupaten Magelang -

Dua pelaku pencurian uang anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri senilai Rp 470 juta di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ditangkap. Uang hasil kejahatan tersebut digunakan membeli mobil dan membayar utang.

Kedua pelaku, RA (35) warga Piyungan, Kabupaten Bantul dan ARW (26), warga Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Keduanya ditangkap pada Sabtu (14/8), sekitar pukul 02.00 WIB.

"Untuk kejadian hari Jumat (13/8), kemudian nggak sampai 24 jam anggota kita yang bergabung dengan Jatanras Polda berhasil mengungkap ini, menangkap semua pelaku. Demikian juga masih bisa diamankan sebagian besar barang bukti," kata Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba dalam konferensi pers di Mapolres Magelang, Minggu (15/8/2021).

Peristiwa pembobolan mesin ATM Bank Mandiri itu terjadi Jumat (13/8) di salah satu minimarket di Jalan Sarwo Edi Wibowo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Setelah berhasil memasuki minimarket pelaku memutus televisi dan mempilox lensa CCTV.

"Sesampainya di dalam tersangka ini mengelas ATM yang baru diisi. Waktu itu diisi sekitar Rp 500 juta dan berdasarkan audit pada waktu olah TKP kerugian itu mencapai sebesar Rp 470 juta," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang digunakan untuk membeli mobil dan membayar utang. Selain itu, digunakan membeli beberapa pakaian.

"Tersangka ini membeli mobil BMW, itu ada mobil BMW-nya di situ. Kemudian, membeli pakaian-pakaian baru ini tidak seberapa, membayar utang ke beberapa orang," kata Ronald.

"Uang yang kita amankan sekarang Rp 113 juta. Kemudian satu unit mobil BMW 318i, beberapa pakaian hasil yang dibeli. Berdasarkan pengakuan tersangka banyak habisnya bayar utang, tapi bayar utang ini dikejar oleh penyidik bayar utangnya ke siapa untuk benar-benar bisa diklarifikasi," kata Ronald

Kasat Reskrim Polres Magelang AKP M Alfan menambahkan kedua pelaku sempat melakukan survei lokasi sebelum melakukan aksinya. Pembobolan mesin ATM itu dilakukan saat minimarket tutup.

"Menjelang (tutup) jam 21.00 WIB malam. Jadi survei kelihatan dari CCTV, dia (pelaku) masuk lihat-lihat dulu kondisinya," tutur Alfan.

Alfan menyebut kedua pelaku ditangkap dari ciri-ciri yang tertangkap di CCTV. Kedua pelaku ternyata pernah berupaya melakukan hal serupa di Kalinegoro, Mertoyudan, namun gagal.

"Dari hasil olah TKP, kami memeriksa CCTV, kemudian beberapa teknik penyelidikan yang kami dapat mengidentifikasi termasuk dari TKP sebelumnya juga yang di Kalinegoro, yang gagal. Dilaporkan ke kita sekitar jam 7 pagi, kemudian Sabtu sekitar pukul 2 sudah kita amankan. Tertangkap di Sleman dan tempat menginapnya," ujar Alfan seraya menyebut pelaku bukan residivis.

Di lokasi yang sama, tersangka ARW mengakui perbuatannya melakukan pembobolan mesin ATM. Dia mengaku membeli mobil BMW seharga Rp 90 juta secara tunai. "Uang saya gunakan untuk membeli mobil Rp90 juta. Belinya secara cash," aku ARW.

Sementara itu, tersangka RA juga mengakui perbuatannya. RA menyebut duit hasil kejahatannya dia gunakan untuk membayar utang sekitar Rp 180 juta. "Bayar utang hampir Rp 180 juta. Sudah dibayar," ujarnya.

(mbr/mbr)