Round-Up

Mangkatnya Mangkunegara IX

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 06:59 WIB
Jenazah KGPAA Mangkunegara IX akhirnya tiba di Solo, Jawa Tengah. Sesampainya di Pura Mangkunegaran, Solo, jenazah disemayamkan di Ndalem Ageng.
Jenazah KGPAA Mangkunegara IX Disemayamkan di Ndalem Ageng. (Foto: Agung Mardika)
Yogyakarta -

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Mangkunegara IX meninggal dunia di Jakarta, kemarin pada pukul 02.50 WIB. Jenazahnya kini telah disemayamkan di Ndalem Ageng Pura Mangkunegaran.

Plt Pengageng Kabupaten Mondropuro Pura Mangkunegaran Solo Supriyanto Waluyo mengungkap bahwa KGPAA Mangkunegara IX meninggal pada usia 70 tahun karena sakit.

"Beliau (Mangkunegara IX) meninggal gerah sepuh (sakit karena usia tua). Usianya 70 tahun. Punya riwayat sakit jantung," ungkap Supriyanto saat dijumpai wartawan di Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (13/8).

Setelah melalui perjalanan darat dari Jakarta ke Solo, jenazah Mangkunegara IX disemayamkan di Ndalem Ageng, untuk memberikan kesempatan penghormatan terakhir bagi abdi dalem (abdi pura) dan sentanadalem (kerabat pura). Rencananya jenazah Mangkunegara IX akan dimakamkan di Astana Girilayu, Matesih, Karanganyar, besok. Supriyanto menjelaskan alasan di balik pemakaman Mangkunegara IX yang baru akan berlangsung besok.

"Adat Mataram tidak boleh hari Sabtu. Memang adat Mataram dan Jawa tidak boleh, itu pantangan," ujar Plt Pengageng Kabupaten Mandrapura Pura Mangkunegaran Solo Supriyanto Waluyo kepada wartawan di Mangkunegaran, Jumat (13/8/2021).

Supriyanto menjelaskan pantangan itu merupakan tradisi lama dan tidak boleh dilanggar. Bahkan, lanjut Supriyanto, ziarah pun juga tidak boleh dilakukan pada hari Sabtu.

"Memang sudah tradisi, ziarah pun adat Mataram tidak boleh (di hari) Sabtu. Pengalaman bagi yang meyakini lah, apa cari perkara di situ ada luweng (lubang) kok mau dilompati," tuturnya.

Prosesi pemakaman jenazah KGPAA Mangkunegara IX akan berlangsung dengan adat Jawa maupun Mataram. Di antaranya ada tradisi brobosan oleh istri, anak hingga cucu almarhum sebelum jenazah diberangkatkan.

Putra bungsu Mangkunegara IX, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo mengatakan kepergian ayahandanya menjadi kehilangan besar bagi keluarga.

"Berat bagi keluarga. Ini suatu hal yang tidak pernah kita bayangkan. Ini kehilangan yang besar bagi Mangkunegaran. Ke depan harus tetap semangat melanjutkan semangat Gusti bersama keluarga," kata Bhre usai mengiringi jenazah ayahnya di Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (13/8/2021).

"Semoga keluarga bisa selalu mengenang masa indah dengan Kanjeng Gusti, dan untuk para abdi dalem, kami akan melakukan terbaik untuk mereka karena mereka bagian dari kami," ujarnya.

Bhre bercerita dirinya masih sempat berkomunikasi dengan Mangkunegara IX pada pagi sebelumnya. Dia pun menyebut ayahnya masih sehat beberapa hari sebelum berpulang.

Lihat video 'Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah KGPAA Mangkunegara IX':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya...