Gunung Merapi Sepekan: Awan Panas 28 kali dan 252 Guguran Lava

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 18:16 WIB
Erupsi Gunung Merapi, 11/8/2021 dinihari
Erupsi Gunung Merapi, Rabu (11/8/2021) dini hari. (Foto: dok BPPTKG)
Sleman -

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menggeliat beberapa hari terakhir. Awan panas dan guguran lava pijar pun terus terjadi. Berikut laporannya selama sepekan.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menjelaskan pada tanggal 6-12 Agustus 2021 tercatat puluhan kali awan panas. Jarak luncur awan panas terjauh yakni mencapai 3 kilometer.

"Pada minggu ini terjadi 28 kali awan panas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 3.000 meter," kata Hanik dalam Siaran Informasi BPPTKG 'Aktivitas Merapi Terkini' secara daring, Jumat (13/8/2021).

Imbas awan panas Gunung Merapi itu beberapa daerah dilaporkan mengalami hujan abu. Terutama di wilayah Magelang.

"Dilaporkan terjadi hujan abu di beberapa wilayah di antaranya pada tanggal 10 Agustus dan 12 Agustus 2021, antara lain di Kecamatan Dukun, Sawangan, Grabag, Pakis, Tegalrejo, Secang, Srumbung, Salam, Muntilan, dan Mungkid," urainya.

Kejadian guguran lava Gunung Merapi, kata Hanik, juga teramati sebanyak ratusan kali. Arah guguran ke sisi barat daya dan tenggara.

"Guguran lava teramati sebanyak 252 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter dan 1 kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 500 meter," jelasnya.

Hanik menjelaskan dalam kurun waktu sebulan terakhir terjadi pergeseran arah guguran. Awalnya, guguran sering ke Kali Boyong. Namun belakangan guguran masuk ke Kali Bebeng.

"Dalam sebulan ini terjadi pergeseran arah guguran kubah barat daya. Semula ke Boyong menjadi ke Bebeng," paparnya.

Menurut Hanik, intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. "Terjadi lonjakan kejadian guguran dan awan panas mulai sekitar 6 Agustus 2021," katanya.

Kendati Merapi menggeliat, BPPTKG masih menetapkan status aktivitas di tingkat Siaga. Tingginya aktivitas vulkanik Merapi berupa erupsi efusif.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah Sungai Woro, dan sejauh 5 kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

(sip/ams)