Viral 'Kuburan' di Tengah Jalan Klaten, Kok Bisa?

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 12:43 WIB
Tangkapan layar kuburan di tengah jalan berbatu di Klaten
Tangkapan layar kuburan di tengah jalan berbatu di Klaten (Foto: IG @kabar_klaten)
Klaten -

Sebuah kuburan lengkap dengan nisan dan keranjang bunga yang di tengah jalan berbatu di Klaten, Jawa Tengah viral di media sosial. Pemasangan nisan itu ternyata aksi protes karena jalan rusak itu tak kunjung diperbaiki.

Keberadaan batu nisan mirip kuburan ini viral, salah satunya diunggah akun Instagram @kabar_klaten. Dalam keterangannya kuburan itu disebut sebagai bentuk protes warga.

"Bentuk protes warga, kemarin ditanami pohon pisang lalu diganti kijing, dadi ojo kaget lho lur Yen weruh kijing na tengah dalan. Pundungsari Trucuk," tulis akun tersebut.

Sekitar dua jam setelah diunggah, postingan itu telah disukai 3.716 orang dan menuai berbagai respons netizen. Banyak yang mempertanyakan soal dana desa yang tidak digunakan untuk perbaikan jalan tersebut.

"Berbahaya ni kalo mlm, apalagi klo gak ada lampu, bs terjadi kecelakaan, ngawor nih yang naroh kijing...," tulis akun liebe***.

"Dana desa no ndhi kok dalan koyo ngono (dana desa dimana kok jalan kaya gitu)," tulis akun verra***.

Pantauan di lokasi, Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, Klaten, Selasa (10/8/2021), batu nisan atau kuburan itu dipasang sekitar 100 meter dari Balai Desa Pundungsari. Di lokasi, batu nisan itu sudah diratakan dengan alat berat.

Lempeng batu putih dan kepala nisan tersebut pecah lalu diuruk dengan tanah. Sementara keranjang bunga masih ada di lokasi beserta poster bertuliskan 'Harta, Tahta, Jalan Rata'.

Salah seorang warga setempat mengaku sempat kaget saat melihat 'kuburan' tersebut. Dia mengaku masih melihat 'kuburan' itu pada pukul 08.30 WIB saat berangkat ke sawah.

"Iya tadi saya juga kaget kok ada batu nisan di tengah jalan. Saya kira apa, aneh-aneh saja," tutur warga setempat Samino, saat ditemui di lokasi, hari ini.

"Dulu sebelum ini pohon pisang, beberapa hari lalu. Hari ini kok ganti kuburan," lanjut Samino.

Kuburan di tengah jalan berbatu yang viral diuruk dengan alat berat. Ada poster tertulis, 'Harta, Tahta, Jalan Rata' di lokasi tersebut.Kuburan di tengah jalan berbatu yang viral diuruk dengan alat berat. Ada poster tertulis, 'Harta, Tahta, Jalan Rata' di lokasi tersebut. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

Diwawancara terpisah, Kasi Pembangunan yang juga Plt Sekdes Pundungsari, Langgeng Sutopo mengatakan untuk sementara jalan rusak itu diuruk dengan pasir dan batu. Dia menerangkan jalan yang dipasangi 'kuburan' itu merupakan jalan poros desa.

"Ini jalan poros desa, sebenarnya sudah sejak lama dianggarkan tapi kena program penanganan COVID. Ini dianggarkan lagi tahap dua," kata Langgeng pada detikcom di siang ini.

Langgeng menyebut aksi protes ini bukan kali pertama dilakukan warganya. Dia pun tidak mempermasalahkan aksi protes yang unik ini.

"Ini bukan sekali, sudah tiga kali tapi Sebelumnya pohon pisang dan kali ini kijing. Tidak masalah itu aspirasi warga, pemerintah desa juga akan membenahi," lanjut Langgeng.

(ams/sip)