Kini Giliran Rumdin-Kantor Bupati Banjarnegara Dijaga Polisi Bersenjata

Uje Hartono - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 11:53 WIB
Suasana kantor Bupati Banjarnegara dijaga ketat polisi bersenjata, Selasa (10/8/2021).
Suasana kantor Bupati Banjarnegara dijaga ketat polisi bersenjata, Selasa (10/8/2021). (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

KPK telah menggeledah kantor Dinas PUPR Banjarnegara terkait dugaan korupsi di Pemkab Banjarnegara. Kini giliran, rumah dinas dan kantor Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang tampak dijaga ketat polisi bersenjata laras panjang.

Berdasarkan pantauan detikcom, Selasa (10/8/2021), siang ini, dari arah luar gerbang tidak terlihat aktivitas berarti di Pendapa Dipayuda Adigraha, kompleks rumah dinas Bupati Banjarnegara di Jalan Dipayuda. Pintu gerbang kompleks rumah dinas itu ditutup rapat.

Sejumlah anggota polisi terlihat berjaga di balik pintu tersebut dengan membawa senjata lengkap. Selain itu ada beberapa anggota Satpol PP terlihat di pos sebelum masuk rumah dinas Bupati Banjarnegara.

Penjagaan juga dilakukan di kantor Bupati Banjarnegara di Jalan Ahmad Yani. Sejumlah anggota polisi terlihat berjaga dengan membawa senjata lengkap. Jarak antara rumah dinas dan kantor Bupati Banjarnegara ini sejauh sekitar 100 meter.

Rumah dinas Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dijaga ketat polisi bersenjata laras panjang, Selasa (10/8/2021).Rumah dinas Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dijaga ketat polisi bersenjata laras panjang, Selasa (10/8/2021). (Foto: Uje Hartono/detikcom)

Diberitakan sebelumnya, KPK mengungkapkan hasil penggeledahan kantor Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara dan salah satu perusahaan yang digelar kemarin. KPK menyita dokumen dan barang elektronik yang diyakini terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara 2017-2018.

"Dari Dinas PUPR Pemda Banjarnegara dan kantor PT BR yang beralamat di Jalan DI Panjaitan, Banjarnegara, ditemukan antara lain berbagai dokumen dan barang elektronik yang diduga terkait dengan perkara," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (10/8).

KPK akan menganalisis dokumen dan barang elektronik yang disita. Barang-barang yang disita tersebut diperlukan untuk melengkapi berkas kasus.

"Bukti-bukti tersebut, akan di analisa lebih lanjut dan dilakukan penyitaan untuk melengkapi pembuktian berkas perkara dimaksud," ucap Ali.

Penggeledahan kantor Dinas PUPR Pemkab Banjarnegera digelar kemarin, Senin (9/8), sekitar pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Ada dua koper hitam yang dibawa penyidik KPK usai penggeledahan.

Terkait kasus ini, KPK menduga ada penerimaan gratifikasi dalam proses pengadaan di Pemkab Banjarnegara. Namun KPK belum menjelaskan secara lengkap konstruksi kasusnya.

"Mengenai kronologis kasus dan pihak-pihak yang dijadikan tersangka, KPK belum dapat mengumumkannya dan akan dilakukan saat penangkapan dan atau penahanan terhadap tersangka," terang Ali.

Lihat juga Video: Juliari Berharap Bebas dari Segala Dakwaan Suap Bansos Covid-19

[Gambas:Video 20detik]




(sip/mbr)