Tradisi Ziarah Malam 1 Suro di Kudus Tak Berhenti Saat Pandemi-PPKM

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 07:26 WIB
Tradisi ziarah malam 1 Suro di Rahtawu, Kudus
Tradisi ziarah malam 1 Suro di Rahtawu, Kudus. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terdapat salah satu lokasi perziarahan yang selalu ramai dikunjungi di setiap malam 1 Suro. Tak terkecuali tahun ini, meskipun sedang dalam pandemi dan penerapan PPKM.

Desa Rahtawu berada di lereng Gunung Muria. Di sana terdapat sejumlah petilasan yang menjadi tujuan warga saat malam 1 Suro. Di antaranya petilasan Eyang Sakri, Eyang Modo, Eyang Wongso, Eyang Lokojoyo, dan Eyang Abiyoso.

Salah satunya ada di makam Eyang Sakri. Makam yang letaknya di sebelah timur balai desa itu didatangi warga untuk berdoa di malam 1 Suro atau 1 Muharram 1443 H.

Pantauan di lokasi warga berbondong-bondong untuk berdoa di petilasan Eyang Sakri, Senin (9/8) malam. Warga yang datang antre secara bergantian masuk di tempat yang konon menjadi pertapaan Eyang Sakri. Warga bergantian untuk berdoa di lokasi tersebut.

Juru kuncu makam Eyang Sakri, Agus Supriyadi (40) Agus mengatakan warga yang ke sini bertujuan untuk berdoa atau bertirakat pada Tuhan, agar tahun depan lebih baik daripada tahun sebelumnya.

"Doa di sini memang ngalap berkah seperti datang ke tempatnya wali, ke tempat Sunan. Mereka (warga) percaya dengan orang yang dekat dengan Tuhan mampu memberikan barokah," lanjutnya.

Menurutnya selain malam 1 Suro hari biasanya juga sering didatangi warga. Seperti hari Jumat Kliwon dan Jumat Wage. "Selain malam 1 Suro hari biasanya seperti Jumat Kliwon-Jumat Wage, malam 12 maulid itu nanti. Ini tanggal 10 Suro ya juga ramai," tambah Agus.

Salah satu warga, Gito (40) mengaku setiap tahun malam 1 Suro datang di Desa Rahtawu. Dia mengaku sejumlah petilasan pun didatanginya. Dia berharap bisa mendapatkan berkah dari leluhurnya.

"Setiap bulan Suro sampai tanggal 10 Suro ya sampai kadang menetap (menginap). Ya ngalap berkah, ini kan leluhur Eyang Sakri, kepercayaan zaman dahulu. Selain itu juga biasanya Eyang Abiyoso, Eyang Semar. Banyak didatangi," kata Gito yang merupakan warga Mejobo, Kudus, ditemui di petilasan Eyang Sakri.

Kondisi tidak berbeda di petilasan Lokojoyo. Lokasinya berada di sisi utara balai desa. Petilasan Loko Joyo berada di tengah-tengah permukiman warga setempat.

Tradisi ziarah malam 1 Suro di Rahtawu, KudusTradisi ziarah malam 1 Suro di Rahtawu, Kudus (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

Warga percaya bahwa lokasi itu adalah petilasan dari Lokojoyo, nama samaran Sunan Kalijaga ketika masih muda ketika menjadi berandal kenamaan. Di kemudian hari, Lokojoyo disadarkan oleh Sunan Bonang hingga menjadi seorang yang taat dan satau satu wali kenamaan. Kisah pertaubatan Lokojoyo ini sudah sangat masyur dikenal.

"Itu tempat pertapaan dari Mbah Lokojoyo ini," jelasnya.

Terpisah Kepala Desa Rahtawu, Didik Ariyadi mengatakan di desanya menjadi tujuan warga untuk berdoa saat malam 1 Suro. Menurutnya ada sejumlah petilasan yang ada di desa itu. Disebutkan warga yang datang berdoa untuk mendapatkan rejeki hingga kesehatan.

Menurutnya di tengah pandemi kegiatan tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan. Warga yang datang pun dites suhu hingga wajib memakai masker. Disebutkan jumlah warga yang masuk petilasan pun secara bergantian dan hanya maksimal 20 menit.

"Diperketat dari jam 8 yang dagang sudah kita minta tutup. Mereka mematuhi semua, prokes kita jalannya. Bagi mereka yang masuk kita cek suhunya, kita pastikan memakai masker dan kondisinya sehat. Kapasitas yang ada 50 persen, kita juga kasih imbauan maksimal 20 menit, setelah berdoa kemudian pergi (pulang)," tambah Didik.

Lihat juga video 'Warga Ponorogo Larung Sesaji di Telaga Ngebel':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)