Pendakian Gunung Lawu Masih Ditutup, Malam 1 Suro di Rumah Saja

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 16:57 WIB
Pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu, Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (21/6/2020).
Foto: Pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu, Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (21/6/2020). (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Karanganyar -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, Jawa Tengah, memastikan seluruh pintu pendakian Gunung Lawu di wilayahnya masih ditutup. Pendaki yang biasa ramai melakukan pendakian pada malam tahun baru Hijriah 1 Muharam 1443 atau biasa disebut malam 1 Suro, diimbau tetap di rumah.

"Saya kita masih tetap sama, objek-objek wisata, termasuk kawasan religi itu tetap kita tutup, belum kita izinkan," ujar Bupati Karanganyar Juliyatmono kepada detikcom, Senin (9/8/2021).

Gunung Lawu selama ini memang jadi rujukan para pendaki, baik pendaki umum maupun pendaki religi. Namun di masa pandemi ini, Juliyatmono mengimbau 1 Suro ini diperingati dengan tetap berada di rumah.

"Oleh karena dalam rangka 1 Suro tahun baru kalender Jawa ini ya, prihatinnya (peringatannya) tetap di rumah saja untuk tidak di tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan," jelasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto mengungkapkan, terdapat tiga pintu pendakian Gunung Lawu yang berada di wilayah Karanganyar. Ketiganya adalah pintu pendakian Cemoro Kandang, Candi Cetho dan Tambak.

"Ketiganya kami pastikan masih ditutup. Sehingga para pendaki tidak diperkenankan melakukan pendakian," kata Titis.

Titis menyebut, di hari biasa banyak pendaki yang memanfaatkan momen peringatan malam 1 Suro atau malam tahun baru Hijriah 1 Muharam dengan mendaki Gunung Lawu. Pada masa sebelum pandemi, pendaki yang melakukan pendakian pada malam 1 Suro ini mencapai ribuan orang.

"Dulu bisa sampai 3.000 orang semalam, namun tahun-tahun akhir sebelum pandemi jumlahnya sekitar 700-an pendaki. Itu biasanya campur antara pendaki umum maupun pendaki religi," imbuhnya.

(rih/sip)