Marak Hajatan di Hotel, Satpol PP Solo Bubarkan 8 Acara di Akhir Pekan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 23:54 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi PPKM (Edi Wahyono)
Solo -

Di akhir pekan ini, Satpol PP Solo membubarkan delapan acara hajatan pernikahan. Dari delapan kegiatan itu, lima di antaranya digelar di hotel dan gedung, tiga lainnya dilaksanakan di rumah.

Satpol PP Solo pun bertindak tegas dengan menghentikan kegiatan hajatan itu. Khusus untuk hotel dan gedung pertemuan, Satpol PP juga memanggil pengelola karena berkaitan dengan sanksi.

Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan, mengatakan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 kegiatan hajatan hanya diperbolehkan di Kantor Urusan Agama (KUA), kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dan tempat ibadah serta dibatasi hanya 10 orang.

"Belakangan ini justru kegiatan hajatan lebih marak ditemukan di hotel. Kita beri peringatan pertama," kata Arif saat dihubungi wartawan, Minggu (8/8/2021).

Lokasi hajatan antara lain berada di hotel yang berada di Kecamatan Banjarsari. Bahkan satu hotel melaksanakan dua acara sekaligus pada waktu yang sama.

"Kemarin itu hotel di Banjarsari menggelar dua acara bersamaan, di lantai satu dan tiga secara bersamaan," ujar dia.

Termasuk pula restoran Java Terrace Hotel Harris di Kecamatan Laweyan. Satpol PP menghentikan acara dan meminta proses pernikahan digeser ke KUA.

"Atas laporan masyarakat, kita datang ke Java Terrace dan minta acara pindah ke KUA. Setelah itu mereka makan di restoran nggak masalah, karena memang boleh buka dengan batasan kapasitas dan waktu 20 menit," ujarnya.

Terpisah, Ketua Pelaksana Satgas COVID-19 Solo, Ahyani, menegaskan aturan tersebut berlaku untuk semua kalangan, termasuk pejabat. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat harus memahami kondisi PPKM saat ini.

"Semua, mau pejabat atau bukan ya harus mengikuti aturan. Jadi penyelenggara, pengelola tempat dan tamu harus paham aturan," ujar Ahyani.

Sementara itu, perwakilan Java Terrace enggan disebutkan namanya, mengklarifikasi bahwa tidak ada acara pernikahan di restoran karena sudah dipindah ke KUA. Restoran hanya digunakan tasyakuran internal keluarga.

"Kemarin itu Satpol PP memang mengecek ke lokasi tapi memang kegiatan pernikahan dilakukan di KUA. Di sini hanya syukuran keluarga. Itu pun akhirnya makanan di-take away," ujarnya.

(bai/rih)