Polisi Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Korban di Jepara

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 21:20 WIB
Pembongkaran makam pria di Jepara karena diduga jadi korban pengeroyokan. Pembongkaran dilakukan Senin, 2 Agustus 2021.
Pembongkaran makam pria di Jepara karena diduga jadi korban pengeroyokan. (Foto: dok. Polres Jepara)
Jepara -

Kematian pria berinisial S (42) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang makamnya dibongkar polisi menemui titik terang. Tiga terduga pelaku pengeroyokan pun sudah diamankan.

"Dengan barang bukti tiga tersangka UL (27), DS (18), YD (26) yang sudah ditangkap," kata Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M Fachrur Rozi, kepada detikcom lewat sambungan telepon, Jumat (6/8/2021).

"Dijerat pasal 17 ayat 3 KUHP, ancaman hukuman 12 tahun penjara," lanjutnya.

Rozi menjelaskan kronologi kejadian terjadi pada 18 Juli 2021 lalu. Para tersangka tengah minum-minuman keras di jalan dekat kebun pohon sengon Desa Tengguli Kecamatan Bangsri sekira pukul 20.30 WIB.

Para pelaku diduga memiliki masalah dengan salah satu pemuda dari kelompok korban. Hingga akhirnya para pelaku menyerang korban dan teman-temannya.

"Kelompok tersangka ini (yang sebelumnya minum-minuman keras) langsung menyerang secara acak karena situasi gelap pukul 20.30 WIB hingga akhirnya korban S mengalami luka dan selang lima hari setelah kejadian meninggal dunia," jelasnya.

"Sedangkan tiga teman korban lainnya mengalami luka-luka. Begitu terjadi pengeroyokan pelaku kemudian melarikan diri," ujar Rozi.

Dijelaskan, belakangan ini keluarga baru mengetahui jika korban meninggal dunia karena korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda. Pihak keluarga pun meminta dilakukan pembongkaran makam untuk dilakukan autopsi.

"Kegiatan gali kubur atau autopsi mayat oleh Urdoksik Subbid Dokpol Biddokkes Polda Jateng di TPU Desa Bangsri dilakukan Senin (2/8) kemarin," jelasnya.

Rozi mengatakan hasil autopsi didapati ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban dipastikan meninggal dunia karena kekerasan.

"Ada luka memar di kepala wajah dan anggota gerak bawah kanan. Selain itu juga korban mengalami patah tulang atap, dasar tengkorak, dan rahang bawah," terang Rozi.

"Ini mengungkap bahwa kematian korban akibat kekerasan benda tumpul di kepala, sehingga korban mengalami patah tulang tengkorak, korban juga mengalami kompresi pada batang otak yang mengakibatkan korban meninggal dunia," pungkas dia.

Lihat juga video '6 Remaja Pelaku Pengeroyokan Seorang Pemuda di Makassar Ditangkap!':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)