Kuburan Pria di Jepara Ini Dibongkar Polisi, Diduga Korban Pengeroyokan

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 20:13 WIB
Pembongkaran makam pria di Jepara karena diduga jadi korban pengeroyokan. Pembongkaran dilakukan Senin, 2 Agustus 2021.
Pembongkaran makam pria di Jepara karena diduga jadi korban pengeroyokan (Foto: dok. Polres Jepara)
Jepara -

Kuburan seorang pria berinisial S (42) di Jepara, Jawa Tengah, dibongkar polisi. Pembongkaran makam ini dilakukan atas permintaan keluarga karena S diduga merupakan korban pengeroyokan.

"Kita sebelumnya melakukan gali kubur atau autopsi mayat oleh Urdoksik Subbid Dokpol Biddokkes Polda Jateng di TPU Desa Bangsri, Jepara pada Senin (2/8) lalu," kata Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M Fachur Rozi saat dimintai konfirmasi detikcom lewat telepon, Jumat (6/8/2021).

"Awalnya menerima laporan aduan dari pihak keluarga, korban yang meninggal dunia akibat dari pengeroyokan," sambung dia.

Rozi menyebut korban S yang merupakan warga Desa Bangsri itu dipastikan sebagai korban pengeroyokan setelah hasil autopsinya keluar hari ini. Dari hasil autopsi itu ditemukan sejumlah luka memar di tubuh korban.

"Ada luka memar di kepala wajah dan anggota gerak bawah kanan. Selain itu juga korban mengalami patah tulang atap, dasar tengkorak, dan rahang bawah," jelas dia.

"Tim Biddokes Polda Jateng mendapati adanya resapan darah pada tulang tengkorak. Serta juga ada tanda pembusukan," sambung Rozi.

Rozi menyebut dari autopsi itu korban meninggal dunia karena mengalami kekerasan. Korban sebelumnya sempat dirawat selama lima hari di rumah sakit, namun nyawanya tidak terselamatkan.

"Mengungkap bahwa kematian korban akibat kekerasan benda tumpul di kepala, sehingga korban mengalami patah tulang tengkorak. Korban juga mengalami kompresi pada batang otak yang mengakibatkan korban mati lemas," ungkapnya.

Rozi menyebut kasus pengeroyokan ini bermula pada Minggu (18/7) lalu. Saat itu tiga orang yang diduga punya masalah dengan salah satu pemuda dari kelompok korban datang menyerang. Korban pun dikeroyok hingga luka-luka.

"Kelompok tersangka ini (yang sebelumnya minum-minuman keras) langsung menyerang secara acak karena situasi gelap pukul 20.30 WIB, hingga akhirnya korban S mengalami luka dan selang lima hari setelah kejadian meninggal dunia. Sedangkan tiga teman korban lainnya mengalami luka-luka," terang Rozi.

(ams/rih)