Corona di Kudus Makin Landai, Kasus Kematian Terbanyak 5 Orang Sehari

Corona di Kudus Makin Landai, Kasus Kematian Terbanyak 5 Orang Sehari

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 15:20 WIB
Corona Viruses against Dark Background
virus Corona (Foto: Getty Images/loops7)
Kudus -

Kasus penyebaran virus Corona atau COVID-19 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terus menurun. Angka kematian di Kota Kretek dalam sehari kini paling banyak sekitar lima orang.

"Di sini (Kudus) tinggal 100-an orang (terkonfirmasi positif COVID-19) angka kematian ini pun sangat rendah sekali," kata Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui di Kantor Satpol PP Kudus, Jumat (6/8/2021).

"Sempat nol (tidak ada kematian terkonfirmasi positif Corona dalam sehari) ada beberapa hari, paling banyak lima kematian sehari. Beberapa hari cuma saya lupa. Pokoknya sedang mulai turun ini paling banyak lima, paling sehari satu, dua, dan nol (angka kematian terpapar Corona)," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hartopo menyebut keterisian BOR untuk pasien COVID di seluruh rumah sakit di Kudus pun sudah menurun. Hartopo menyebut dari tujuh rumah sakit di Kudus rata-rata tingkat keterisiannya 10 persen.

"Kalau dilihat tiga indikator itu kita sangat untuk di level 1 termasuk angka keterisian dari kasus kematian dan dari kasus COVID," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

"BOR rumah sakit ini 10 persen untuk kumulatif untuk semua faskes yang ada. Alhamdulillah sudah melandai," terangnya.

Di sisi lain, penurunan kasus Corona juga berdampak pada menurunnya tingkat kedisiplinan warga untuk menaati protokol kesehatan. Hartopo juga menyoroti warganya yang sudah divaksin justru merasa sudah kebal dengan virus Corona sehingga abai prokes.

"Kedisiplinan masyarakat naik tapi memang berkurang, bulan Juni 2021 lalu pas tingginya (kasus Corona) kedisiplinan luar biasa. Di sini agak berkurang apalagi adanya vaksinasi merupakan antivirus dan merasa sudah kebal kadang pemahaman maka harus dipahamkan untuk membentuk antibodi ketika terpapar tidak ada gejala berat," jelas dia.

Hartopo pun mengingatkan warganya agar disiplin protokol kesehatan. Dia khawatir kasus Corona di Kudus kembali meledak.

"Kemarin saya sudah koordinasi supaya untuk bisa dikoordinasi camat dan desa, terutama desa. Jadi kepala desa ini segera berkoordinasi dengan pemangku wilayah terkecil bagaimana RT menjadi ketua satgas di jajarannya," tambah Hartopo.

Untuk diketahui, data sebaran Corona di Kudus per Kamis (5/8) tercatat ada 177 kasus aktif. Dari kasus itu, 63 orang di antaranya dirawat di rumah sakit dan 114 orang menjalani isolasi mandiri. Kemudian kasus sembuh ada 36 orang dan meninggal dunia ada 2 orang.

Kasus Corona di Kudus sempat melonjak usai Lebaran. Kala itu kasus terkonfirmasi aktif tembus 2.000 kasus sehari, dan kasus kematian mencapai 440 orang sebulan.

(ams/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads