Soroti Pembangunan Gedung Fraksi DPRD Kudus Rp 13 M, Anggota: Manfaatnya Apa?

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 14:10 WIB
Pembangunan gedung fraksi DPRD Kudus, Kamis (5/8/2021).
Pembangunan gedung fraksi DPRD Kudus, Kamis (5/8/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Pembangunan gedung fraksi DPRD Kudus, Jawa Tengah, senilai Rp 13 miliar mendapat sorotan. Pembangunan ini dinilai tak efektif dan efisien, ditambah lagi berlangsung di tengah pandemi Corona atau COVID-19.

Pantauan di lokasi, Kamis (5/8/2021), pembangunan gedung baru fraksi DPRD Kudus dibangun di sisi timur gedung utama DPRD Kudus. Pembangunan ini telah dimulai pada 12 Juli 2021. Salah seorang anggota DPRD Kudus, Sandung Hidayat, menilai pembangunan gedung fraksi tersebut kurang efektif. Terlebih kondisi saat ini tengah menghadapi pandemi virus Corona.

"Itu kurang efektif dan efisien lah, manfaatnya apa? Di tengah pandemi seperti ini infrastruktur tidak harus dijalankan ketika tidak sangat penting sekali atau berkaitan langsung dengan manfaat. Gedung dewan kita sudah punya dan itu pun jarang dipakai maksimal, sudah mendirikan lagi itu harus disesuaikan dengan kinerja," kata Sandung saat dihubungi wartawan, Kamis (5/8/2021).

Sandung mengatakan seharusnya pembangunan gedung fraksi tersebut ditunda terlebih dahulu. Menurutnya total anggaran senilai Rp 13 miliar bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Corona.

"Nik (kalau) saya perlu ditunda, dievaluasi terkait dengan gedung itu. Lebih baik untuk hal yang lain lebih bermanfaat langsung. Karena kondisi pandemi ada hal perlu skala prioritas kan. Itu anggaran berlanjut, setiap setiap tahun ada," ungkap dia.

"Lebih baik bisa pemulihan ekonomi karena dampaknya sekarang ya luas sekali, baik UKM, UMKM, karyawan dan pengusaha kecil itu," sambung dia.

Diwawancara terpisah, Sekretaris DPRD (Sekwan) Kudus, Jadmiko Muhadi Setiyanto, mengatakan tidak ada masalah dengan pembangunan gedung fraksi DPRD Kudus meski dilakukan di tengah pandemi virus Corona. Menurutnya, pembangunan yang anggarannya berasal dari APBD Kudus tahun 2021 tersebut sudah sesuai aturan dan kebutuhan.

"Gedung DPRD Kudus (gedung fraksi yang lama) itu kan dibangun pada tahun 1995 pada saat itu untuk ruang fraksi ada tiga, satu Golkar, PDI, dan PPP sehingga ruangannya seperti itu disekat-sekat kecil," ujar Jadmiko kepada wartawan ditemui di DPRD Kudus siang ini.

"Ya tidak apa-apa (saat ditanya pembangunan saat pandemi Corona), aturan diperbolehkan. Aturan di situ yang salah satu aktivitas yang bisa jalan 100 persen itu konstruksi. Itu dengan protokol kesehatan," sambung dia.

Menurutnya pembangunan gedung fraksi sudah direncanakan tahun 2019-2020. Gedung fraksi itu menghabiskan anggaran Rp 13 miliar. Namun pembangunan gedung empat lantai itu baru dikerjakan separuhnya terlebih dahulu.

"Sehingga akhirnya merencanakan pembangunan gedung fraksi. Sebenarnya usulan itu sudah 2019-2020 sudah mulai usulan. Pelaksanaan di 2021, ini baru tahap pertama. Sesuai perencanaan itu gedung menghabiskan anggaran Rp 13 miliar," terang dia.

"Tahun ini baru sebagian dikerjakan dengan anggaran Rp 4,8 miliar, pelaksanaan mulai 12 Juli 2021 sampai 10 Desember 2021 (tahap pertama)," ungkap Jadmiko.

(sip/rih)