Baliho Muhaimin di Klaten Tak Sekeren Politisi Lain, PKB: Nyetak Sendiri

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 11:45 WIB
Baliho Cak Imin di Klaten, Kamis (5/8/2021).
Baliho Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Klaten. Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Baliho Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau atau Cak Imin juga memeriahkan maraknya baliho tokoh politik nasional di Klaten. Namun baliho Cak Imin paling sederhana dibandingkan lainnya.

Pantauan detikcom di beberapa titik, baliho orang nomor satu di PKB itu lebih kecil dari ukuran baliho Puan Maharani dan Airlangga Hartarto. Baliho bahkan hanya dibingkai dan ditopang bambu.

Dari sisi ukuran jauh lebih kecil dari ukuran baliho Puan dan Airlangga yang ukurannya ada yang sekitar 4 x 6 meter. Ukuran baliho Cak Imin paling besar hanya sekitar 2x3 meter.

Lokasi pemasangan baliho Muhaimin juga kalah keren sebab dipasang di tepi jalan. Sedangkan baliho Puan dan Airlangga yang mayoritas dipasang ditempat tinggi, berbingkai besi, dan titik reklame berbayar.

Dari sebaran lokasi pemasangan, baliho Muhaimin Iskandar sama meratanya dengan Puan dan Airlangga. Di jalan Yogya-Solo dipasang di simpang empat RSI tak jauh dari baliho Puan.

Di jalan Srowot-Wedi baliho Muhaimin dipasang di simpang empat Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan. Di jalan Penggung-Jatinom terpasang di simpang tiga Desa Beku, Kecamatan Karanganom dan lainnya.

Gambar Muhaimin juga berbeda dari tokoh lainnya karena tidak sendirian. Gambar cak Imin bersama pengurus DPC PKB atau anggota DPRD dengan tulisan Harlah PKB.

Ketua DPC PKB Klaten, Bambang Susanto mengatakan baliho kelihatan sederhana karena hanya untuk memperingati Harlah ke 23. Ada instruksi DPP untuk memasang baliho.

"Instruksi DPP, sudah disediakan desain oleh DPP untuk memasang dalam rangka Harlah. Tapi ada kesederhanaan, kita gak kuat memasang yang berbayar," jelas Bambang Susanto ketua DPC PKB kepada detikcom.

Dalam baliho, kata Bambang, dicantumkan foto anggota DPRD atau DPC. DPRD Klaten bayar sendiri dan nyetak sendiri.

"Jadi bayar sendiri, nyetak sendiri dipasang di dapil masing-masing. Tujuannya ya karena kita partai politik, kita akui itu sosialisasi ketua umum kita menuju 2024, tapi itu partisipasi kader," papar Bambang.

Dari DPP, tegas Bambang, belum ada instruksi memasang khusus untuk Pilpres 2024. Yang ada dalam rangka harlah.

"Arahnya menyambut Harlah, kalau Klaten saya instruksikan agar memasang ukuran 3x4 meter di dapil masing-masing. Foto mereka boleh dipasang, jadi ini murni kreativitas kader," pungkas Bambang.

(sip/mbr)