Ada Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah COVID di Solo, Gibran: Saya Urus!

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 19:34 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, merespons informasi dugaan pungutan liar (pungli) pemakaman jenazah COVID-19 di Solo. Dia berjanji akan segera menindaklanjutinya.

"Dicatat dulu, nanti saya urus. Kalau ada pungli laporkan saja," kata Gibran saat dijumpai di Balai Kota Solo, Jumat (30/7/2021).

Terpisah, Ketua Komisi 3 DPRD Solo, YF Sukasno, mengatakan pihaknya sudah sering melakukan inspeksi mendadak ke permakaman. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena ketidaktegasan juru kunci.

"Harusnya juru kunci itu tegas mencegah hal itu terjadi. Saya lihat petugas tidak tegas. Petugas harusnya selalu di kantor saat jam kerja, harus pakai seragam dan kartu identitas," kata Sukasno saat dihubungi detikcom, Jumat (30/7).

Kepada masyarakat, Sukasno juga meminta agar mengurus pemakaman melalui juru kunci secara resmi. Dia menjelaskan, pemakaman COVID-19 tidak dipungut biaya, sedangkan pemakaman normal hanya dipungut Rp 150 ribu.

"Masyarakat juga tidak perlu memaksakan kehendak harus di samping saudaranya. Itu bisa dimanfaatkan oknum-oknum itu," ujarnya

Diberitakan sebelumnya, seorang relawan pemulasaraan jenazah di Solo, BA, mengaku sudah beberapa kali menemukan sendiri kasus dugaan pungli. Dia juga mendengar hal serupa dari relawan lainnya.

"Banyak keluarga pasien yang diminta bayar Rp 5 juta sampai Rp 9 juta untuk biaya makam. Padahal saya tahu betul aturan di TPU Bonoloyo, Daksinoloyo, dan yang lainnya, semua biaya ditanggung pemerintah," kata BA saat dihubungi wartawan, Jumat (30/7).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Solo, Taufan Basuki, mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin dilakukan petugas. Dia menduga pungli dilakukan oleh warga yang kerap beraktivitas di makam.

"Itu kan orang-orang di luar dinas, warga yang tunggon (menunggui) di makam. Kalau COVID gratis, pakai protokol COVID," kata Taufan saat dihubungi wartawan, Jumat (30/7).

Taufan mengatakan masyarakat juga harus memahami bahwa biaya perawatan pasien COVID-19 ditanggung pemerintah. Dia meminta masyarakat menghubungi langsung ke juru kunci makam ketika ingin memakamkan jenazah.

"Harusnya langsung menghubungi juru kuncinya. Jangan lewat orang-orang itu," ujar dia.

(rih/mbr)