Pembunuhan ABG di Sleman, Polisi: Pelaku-Korban Saling Kenal

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 18:48 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi kasus pembunuhan (Foto: Rachman Haryanto)
Sleman -

Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya seorang remaja laki-laki berinisial YP (16) yang diduga korban pembunuhan di Sleman. Untuk sementara dugaan pelaku mengarah ke orang dekat korban yang sudah saling kenal.

"Dugaan kita (pelaku) ya masih ada lingkaran mereka. Korban kan di dalam rumah juga tidak ada barang yang hilang juga," kata Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi saat ditemui di Mapolsek Depok Barat, Jumat (30/7/2021).

Wachyu menyebut kasus ini merupakan kasus pembunuhan. Menurutnya, antara korban dan pelaku ini kemungkinan besar saling mengenal.

"Ini pembunuhan. Kemungkinan besar antara korban dan pelaku ini saling kenal," jelasnya.

Pihaknya pun masih mencari barang bukti yang mengarah ke pelaku. Termasuk meminta keterangan para saksi.

"Ya kita masih dalami semua kemungkinan-kemungkinan informasi apapun kami masih cek," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar informasi seorang remaja ditemukan meninggal dunia di rumah daerah Kapanewon Kalasan, Sleman. Korban diduga meninggal karena dianiaya.

Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi saat dimintai konfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut Wachyu, peristiwa itu terjadi pada Rabu (28/7) malam. Diduga korban meninggal akibat tindak kekerasan dengan menggunakan senjata tajam.

"Betul ada informasi orang meninggal dunia. Diduga akibat kekerasan menggunakan senjata tajam TKP ada di Tirtomartani, Kalasan, Sleman," kata Wachyu saat ditemui di sela-sela acara vaksinasi di Mapolsek Mlati, Sleman, Kamis (29/7).

Korban, kata Wachyu, pertama kali ditemukan sudah dalam kondisi terluka di rumah oleh ibunya. Ia memperkirakan peristiwa ini terjadi pada Rabu (28/7) sekitar pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Sleman Iptu Sri Pujo mengatakan berdasarkan bekas luka, diduga korban sengaja dibunuh.

"(Korban) bersimbah darah. Lukanya di kepala belakang, atas, mulut sobek, rambut di kanan kiri. Diduga sengaja dibunuh. Intinya seperti itu. Sama (luka) perut," kata Pujo saat dihubungi wartawan, Kamis (29/7).

(rih/sip)