Remaja Sleman Ditemukan Tewas di Rumah, Polisi: Diduga Dibunuh

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 16:11 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi (Foto: Rachman Haryanto)
Sleman -

Polres Sleman masih menyelidiki kasus tewasnya seorang remaja berinisial YP (16) di rumahnya, Kalasan, Sleman. Dari hasil penyelidikan sementara, korban tewas diduga dibunuh.

"Iya (korban cuma sendiri di rumah). Ibunya baru di luar. Info yang kami dapat seperti itu," kata KBO Satreskrim Polres Sleman Iptu Sri Pujo saat dihubungi wartawan, Kamis (29/7/2021).

Berdasarkan informasi yang ia terima, saat kejadian tidak terdengar keributan. Warga baru berdatangan setelah ibu korban meminta tolong.

"Setelah ibunya masuk didapati meninggal terus minta tolong sama tetangga (baru) ada yang masuk. Tidak (ada keributan). Itu info awal seperti itu. Kita masih pendalaman lagi terkait itu," ucapnya.

Pujo mengatakan, sebelum tewas korban sempat mengirim pesan kepada ibunya. Namun, saat sang ibu tiba di rumah korban sudah dalam keadaan tertelungkup dan bersimbah darah.

"(Saat pulang) korban sudah dalam keadaan tertelungkup, meringkuh gitu. Terus ditolong ibunya, disekep ibunya," jelasnya.

"Korban sempat WA minta ibunya pulang sampai di rumah sekitar jam 20.00 WIB korban sudah berlumuran darah," sambungnya.

Pujo menduga, berdasarkan bekas luka, diduga korban sengaja dibunuh.

"(Korban) bersimbah darah. Lukanya di kepala belakang, atas, mulut sobek, rambut di kanan kiri. Diduga sengaja dibunuh. Intinya seperti itu. Sama (luka) perut," tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya masih mencari benda-benda yang dicurigai digunakan untuk menghabisi korban. "Untuk sementara itu yang kami cari. Kami belum dapat," ucapnya.

Hingga saat ini, kata Pujo, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku yang menghabisi nyawa korban. Sejauh ini sudah ada 7 orang saksi yang diperiksa.

"Masih dalam pengembangan. Kita masih belum berani menambahkan siapa pelakunya. Saksi masih dimintai keterangan, baru sekitar 7 orang," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar informasi seorang remaja ditemukan meninggal dunia di rumah daerah Kapanewon Kalasan, Sleman. Korban diduga meninggal karena dianiaya.

Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut Kapolres, peristiwa itu terjadi pada Rabu (28/7) malam.

"Betul semalam ada informasi orang meninggal dunia," kata Wachyu saat ditemui di sela-sela acara vaksinasi di Mapolsek Mlati, Sleman, Kamis (29/7).

Dikatakan Wachyu, diduga korban meninggal dunia akibat tindak kekerasan dengan menggunakan senjata tajam.

"Diduga akibat kekerasan menggunakan senjata tajam TKP ada di Tirtomartani, Kalasan, Sleman," katanya.

Korban, kata Wachyu, pertama kali ditemukan sudah dalam kondisi terluka di rumah oleh ibunya. Ia memperkirakan peristiwa ini terjadi pada Rabu (27/7) sekitar pukul 20.00 WIB.

(rih/mbr)