Seorang Panitia Kurban di Bantul Kena Corona, 23 Lainnya Terpapar

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 17:15 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Ilustrasi kasus virus Corona atau COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Bantul -

Puluhan warga Bajang Glondong, Kabupaten Bantul, dilaporkan terpapar virus Corona atau COVID-19. Salah satu tokoh masyarakat setempat menyebut kasus tersebut muncul usai seorang panitia penyembelihan hewan kurban terpapar Corona.

Tokoh masyarakat Bajang Glondong, Pedukuhan Daleman, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Heru Sudibyo, menceritakan awal mula terjadinya penularan COVID-19 tersebut saat ada salah satu warga yang sedang tidak enak badan nekat datang membantu penyembelihan hewan kurban. Yang bersangkutan menjadi panitia penyembelihan hewan kurban sehingga merahasiakan kondisi badannya.

"Yang bersangkutan menjadi panitia penyembelihan hewan kurban. Keesokan harinya (Rabu 21/7) dia melakukan swab antigen sebagai syarat masuk di tempat kerjanya, dan ternyata hasilnya positif," kata Heru saat dihubungi wartawan, Rabu (28/7/2021).

Oleh sebab itu, yang bersangkutan langsung melaporkannya kepada Ketua RT setempat. Mendapat laporan itu Satgas COVID-19 setempat langsung melakukan tracing.

"Hasilnya ada 20 warga harus menjalani swab hari Jumat (23/7) dan hasilnya ada 18 warga dinyatakan positif (COVID-19)," ujar Heru yang juga anggota DPRD Bantul itu.

"Selanjutnya hari Selasa (27/7) dilakukan lagi swab antigen kepada 12 warga dan hasilnya 5 orang positif. Jadi total yang kena (COVID-19) ada 23 warga," lanjut Heru.

Saat ini, kata Heru, mereka yang terkonfirmasi positif COVID-19 tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing dan rumah kosong yang diperuntukkan bagi warga isoman. Selama isoman, mereka mendapatkan pemantauan dari puskesmas dan Satgas COVID-19 Kalurahan Gilangharjo.

"Warga juga membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga yang menjalani isolasi mandiri," katanya.

"Karena dalam kondisi seperti ini guyup rukun dan saling membantu sangat diperlukan. Apalagi warga yang isoman bisanya hanya tinggal di rumah dan aktivitas di rumah saja," lanjut Heru.

Terpisah, Panewu Pandak, Kusmardiono, mengatakan hingga Selasa (27/7) masih ada 616 warganya yang terkonfirmasi positif COVID-19. Menurutnya, jumlah tersebut berasal dari beberapa klaster.

"Seperti klaster penyembelihan hewan kurban dan masih ada klaster pabrik di Wijirejo, Pandak. Tapi untuk klaster pabrik kebanyakan sudah mulai sembuh," kata Kusmardiono.

Sementara itu, hingga Selasa (27/7) pukul 15.30 WIB, kasus positif Corona di Bantul bertambah 929 sehingga total menjadi 39.329 kasus. Selain kasus positif juga ada 565 warga yang dinyatakan sembuh, sehingga total kasus pulih dari COVID-19 di Bantul berjumlah 25.553 orang.

Sedangkan untuk pasien meninggal bertambah 12 orang sehingga total menjadi 902 kasus. Selain itu, pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 yang menjalani isolasi dan perawatan dokter ada 12.874 orang.

Simak video 'DIY Targetkan Vaksinasi Capai 70% pada September':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/ams)