Kapasitas Shelter Tak Cukup, 7 Ribuan Warga Sleman Isoman di Rumah

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 13:22 WIB
Poster
Ilustrasi isolasi saat terpapar Virus Corona (Foto: Edi Wahyono)
Sleman -

Angka kematian warga Sleman saat isolasi mandiri (isoman) di rumah tinggi. Pemkab Sleman telah menyiapkan sejumlah shelter isolasi, tapi ternyata kapasitas shelter tak cukup untuk menampung warga yang menjalani isoman.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, dr Novita Krisnaeni, menyebut saat ini sekitar 7 ribu warga di Sleman menjalani isoman. Sebagian besar kasus menjalani isoman di rumah.

"Sekarang kasus berapa, yang isoman saja 7 ribu, mampu nggak 7 ribu itu ditampung di shelter, shelter kita berapa?" kata Novi kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

Novi menyebut jumlah shelter yang ada, tidak akan mampu menampung semua warga yang terpapar virus Corona.

"Kalau menurut saya jumlah shelter itu kan tidak sebanding dengan jumlah kasusnya. Artinya itu tidak mungkin kalau dibawa semua," lanjutnya.

Shelter isolasi terpusat di Sleman, di antaranya Asrama Haji, Rusunawa Gemawang dan Asrama UII. Kemudian, beberapa kalurahan juga sudah memiliki shelter isolasi untuk warganya.

Novi menyebut warga yang positif COVID bergejala ringan bisa melakukan isoman di rumah. Syarat lainnya yakni kondisi rumah juga memungkinkan untuk isoman.

"Kalau di rumah memungkinkan untuk dilakukan isolasi mandiri seperti persyaratan punya kamar mandi sendiri, kemudian ada lantai atas dan lantai bawah itu monggo lah. Jika isolasi di rumah tidak memungkinkan nah itu wajib ke shelter," ucapnya.

Novi menerangkan warga yang menjalani isoman di rumah selalu dipantau oleh puskesmas. Hal ini untuk memastikan kondisi medis warga yang isoman.

Meski begitu, dia mengakui tenaga puskesmas tidak bisa setiap hari memantau secara langsung.

"Ya karena petugas puskesmas juga terbatas jadi memang kadang tidak tiap hari bisa ngaruhke (memeriksa) ke pasien. Tapi saya yakin melalui daring sudah," pungkasnya.

(ams/mbr)