Klaten Catat 1.966 Kasus Kematian Gegara COVID

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 14:27 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani, Selasa (30/3/2021).
Bupati Klaten Sri Mulyani (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pemerintah Kabupaten Klaten mencatat 1.966 kasus kematian akibat virus Corona atau COVID-19. Bupati Klaten Sri Mulyani pun mengajak semua pihak bergotong royong menghadapi pandemi COVID-19.

"Saya mengingatkan kepada seluruh ASN dan komponen masyarakat Klaten agar terus bergotong royong dan bekerja ikhlas mengatasi musibah pandemi ini. Seperti tema yang diusung peringatan HUT Klaten tahun ini yakni makarya kanti legowo sinartan pandonga amrih corona enggal sirna," ungkap Sri Mulyani saat Peringatan Hari Jadi Klaten Ke-217 secara virutal dari Pendapa Pemkab, Rabu (28/7/2021).

Mulyani menyebut peringatan HUT Klaten digelar secara sederhana. Seluruh ASN mengenakan seragam putih dengan selempang kain lurik.

"Hari ini kita mengenakan seragam putih dan selempang lurik di leher sebagai simbol kalau kita semua warga Klaten masih punya semangat agar Klaten kembali pulih ke zona putih. Klaten saat ini menjadi perhatian pusat dan provinsi," terang Mulyani.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Klaten, kasus kematian per Selasa (27/7) kemarin mencapai 1.966 kasus. Sri Mulyani pun mengingatkan warganya untuk tetap waspada dan semangat bangkit.

"Ada 1.966 orang meninggal dan jumlah kumulatif terpapar COVID-19 ada sekitar 28 ribu dan 26 ribu dinyatakan sembuh. Tapi kita harus mau bangkit," sambung Mulyani.

Dalam kesempatan itu, Mulyani juga menyampaikan apresiasinya untuk TNI-Polri serta semua pihak yang turut berperan aktif dalam penanganan Corona di Klaten.

"Maka terima kasih, saya mengucapkan kepada seluruh jajaran TNI/ Polri, relawan dan jajaran Pemkab Klaten yang telah bergotong royong mengatasi penularan COVID-19 sampai hari ini. Selempang lurik itu adalah konsistensi dan makna kebanggaan daerah atas potensi Klaten yang harus dijaga," papar Mulyani.

Pantauan detikcom, peringatan yang dilaksanakan di Pendopo Agung Setda Klaten diikuti secara virtual oleh jajaran Pemkab Klaten berjalan khidmat dan sederhana. Peserta upacara yang hadir di lokasi terbatas.

Peringatan HUT Klaten dirayakan dengan acara potong tumpeng dan dengan durasi 30 menit. Acara dilanjutkan dengan ziarah bersama Forkopimda ke Makam Melati dan Kajoran sebagai leluhur cikal bakal berdirinya Klaten.

Sementara itu, Sekretaris HUT Klaten, Sri Nugroho, mengatakan tidak ada acara khusus. Dia menyebut Pemkab Klaten fokus dalam penanganan COVID-19.

"Sesuai tema, kita bekerja ikhlas bersama dengan doa untuk menghilangkan Corona dari Klaten. Tidak ada acara apapun," kata Nugroho kepada detikcom.

(ams/rih)