Update Corona di Kudus, Bupati Klaim 92 Persen Daerahnya Zona Hijau

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 13:00 WIB
Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat diwawancara di Puskemas Mejobo, Selasa (26/1/2021).
Plt Bupati Kudus HM Hartopo (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Bupati Kudus, Jawa Tengah, HM Hartopo mengklaim sebanyak 92 persen daerahnya kini menjadi zona hijau penyebaran virus Corona atau COVID-19. Hartopo menyebut sudah tidak desa yang zona merah di Kudus.

"Kalau sesuai dengan PPKM mikro yang zona hijau itu 92 persen, dari wilayah terkecil RT lho. Jadi sisanya zona oranye sama kuning, tapi diambil dari desa ini (berdasarkan data PPKM mikro)," jelas Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan di Kudus, Rabu (28/7/2021).

"Zona merah sudah tidak ada, masih banyak oranye ya. Berarti oranye, kuning, dan hijau," sambung dia.

Hartopo mengatakan kasus aktif di Kudus per Rabu (28/7) tercatat sebanyak 241 orang. Dari 241 orang itu, 71 kasus di antaranya dirawat di rumah sakit, dan 170 orang menjalani isolasi mandiri. Lalu kasus sembuh sebanyak 40 orang dan meninggal dunia sebanyak lima orang.

"Karena perhitungan dari desa banyaknya untuk terkonfirmasi di desa sendiri. Konfirmasi aktif tinggal 241 orang," kata Hartopo.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Badai Ismoyo mengatakan dari 132 desa/kelurahan di Kudus sudah tidak ada wilayah yang zona merah. Dia menyebut ada 44 desa di Kudus termasuk zona oranye dan kuning, sementara sisanya merupakan desa zona hijau.

"Kita sudah di posisi berkaitan zona, memang kita sudah tidak punya wilayah yang zona merah. Itu termasuk zona desa, dari 44 desa itu terdiri warna oranye kuning, hijau tidak ada yang merah. Selebihnya hijau," terang Badai kepada wartawan saat ditemui di Kudus siang ini.

Menurutnya jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) COVID di rumah sakit pun sudah menurun drastis. Badai mencontohkan seperti di RSUD Kudus yang menjadi rujukan pasien Corona, kini tinggal 24 pasien Corona yang dirawat di ruang ICU COVID dan 40 orang di ruang isolasi pasien Corona.

"BOR di angka 24 ICU dan 40 TT isolasi. Kita kondisi sudah baguslah. Keterisian bukan masyarakat Kudus berarti juga dari luar daerah. Kita bekerja sama rumah sakit yang di luar daerah," jelasnya.

Senada dengan Hartopo, Badai menyebut Kudus seharusnya menerapkan PPKM Level 2 bukan Level 4. Meski begitu, penerapan PPKM Level 4 dinilai sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 terjadi lagi di Kudus.

"Kita seharusnya berada di level 2, tetapi mungkin aspek kehati-hatian pemerintah pusat masih dipertahankan di level 4. Karena sesungguhnya memang menurut saya sebaiknya bersabar dalam kurun waktu seminggu. Sehingga kondisi ini bisa dalam kondisi bagus. Karena kita tidak pertahankan dengan baik akan kejadian seperti kemarin (ledakan kasus Corona)," pungkas Badai.

(ams/mbr)