Masih Nanjak! Kasus Baru Corona di Yogyakarta 2.667 Sehari

Heri Susanto - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 17:27 WIB
Yogyakarta -

Hari pertama perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, kasus baru virus Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berada di angka 2 ribu kasus. Selain itu, kasus kematian akibat COVID-19 sebanyak 77 kasus.

"Situasi COVID-19, hari pertama perpanjangan PPKM level 4, kasus positif Corona bertambah 2.667 kasus, total kasus 107.445," kata Kepala Bagian Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji, melalui keterangan tertulis, Senin (26/7/2021).

"Kasus sembuh sebanyak 1.018 kasus, total sembuh 71.189 kasus. Kasus meninggal sebanyak 77 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 3.003 kasus," sambung Ditya.

Ditya menyebut berdasarkan distribusi kasus positif terbanyak disumbang oleh Kabupaten Bantul dengan 1.419 kasus. Kemudian disusul Kota Yogyakarta 460 kasus, Kabupaten Sleman 396 kasus, Kabupaten Gunungkidul 319 kasus, dan Kabupaten Kulon Progo 73 kasus.

Untuk riwayat kasus terbanyak berasal dari tracing kontak kasus sebanyak 2.276 kasus. Kemudian periksa mandiri sebanyak 347 kasus, screening karyawan kesehatan 2 kasus, dan belum ada info 42 kasus.

Dari tambahan tersebut, lanjut Ditya, kasus aktif di DIY saat ini mencapai 33.253 kasus. Ditya menyebut dari 2.667 kasus baru Corona di DIY itu diperoleh dari pemeriksaan terhadap 9.272 sampel. Dengan jumlah tersebut, tingkat positivity rate di DIY mencapai 28,7 persen.

"Distribusi kasus sembuh Kabupaten Sleman 251 kasus, Kabupaten Bantul 236 kasus, Kota Yogyakarta 205 kasus, Kabupaten Gunungkidul 180 kasus, dan Kabupaten Kulon Progo 146 kasus," imbuhnya.

Di sisi lain, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pasien COVID-19 kritikal maupun non-kritikal masih tersedia tempat.

"Dari 318 tempat tidur ICU atau kritikal yang tersedia untuk terpakai 259 atau BOR 81,45 persen. Sedangkan tempat tidur non-kritikal atau isolasi dalam perawatan rumah sakit, dari 1.462 yang tersedia, terpakai 1.306 atau BOR 89,33 persen," katanya.

(ams/rih)