10 Petugas Kecamatan Jebres Solo Positif Corona, 1 Orang Meninggal

ADVERTISEMENT

10 Petugas Kecamatan Jebres Solo Positif Corona, 1 Orang Meninggal

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 14:42 WIB
Update Corona Hari Ini: Pecah Rekor Lagi-Persiapan Skenario Terburuk
Ilustrasi virus Corona atau COVID-19 (Foto: Getty Images/loops7)
Solo -

Kantor Kecamatan Jebres, Kota Solo, harus menutup pelayanan publik selama lima hari usai pegawainya terpapar virus Corona atau COVID-19. Bahkan ada pegawai yang sampai meninggal dunia.

Camat Jebres, Sulistriarini, mengatakan temuan kasus berawal ketika ada seorang pegawai yang sakit dan tidak masuk kerja sejak 7 Juli 2021. Ternyata pegawai di bagian pelayanan itu positif COVID-19.

"Tanggal 7 Juli itu sudah tidak masuk, tanggal 14 Juli masuk tapi masih tidak enak badan, saya minta tes swab mandiri, ternyata positif," kata Sulis saat dihubungi wartawan, Senin (26/7/2021).

Tiga hari kemudian, pegawai tersebut meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit. Almarhum disebut memiliki penyakit komorbid.

"Tanggal 17 Juli itu beliau meninggal dunia. Beliau punya penyakit gula atau diabetes," ujarnya.

Tiga hari kemudian, seluruh pegawai yang bertugas di kantor Kecamatan Jebres menjalani rapid test antigen. Hasilnya ada dua orang positif COVID-19.

"Sedangkan yang negatif tetap menjalani tes swab PCR, hasilnya keluar kemarin, delapan orang positif, jadi total ada 10 yang positif. Mereka terdiri dari staf, kepala seksi, linmas dan satu operator Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)," katanya.

Pelayanan publik di kecamatan ditutup mulai hari ini hingga 30 Juli 2021. Pelayanan kependudukan kemudian dialihkan ke Disdukcapil kompleks Balai Kota Solo.

Kepala Disdukcapil Solo, Yuhanes Pramono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kecamatan Jebres maupun Sekretaris Daerah terkait hal itu. Menurutnya, kejadian serupa sudah pernah terjadi sebelumnya.

"Pelayanan kaitan administrasi kependudukan seperti yang terjadi di Laweyan dulu juga seperti itu, akhirnya dialihkan ke dinas. Yang biasanya ke kecamatan, bisa ke dinas," kata Yuhanes.

Dia menjelaskan, pelayanan pendaftaran permohonan di Disdukcapil saat ini hanya dilayani secara online. Namun untuk pengambilan dokumen tertentu bisa dilakukan di kantor pada pukul 08.00-12.00 WIB.

"Yang kita layani di kantor yaitu legalisir dokumen yang belum bertanda tangan elektronik, harus tanda tangan basah, itu harus kita layani. Kemudian pengambilan dokumen kita layani, seperti pengalihan dari kecamatan ini," pungkasnya.

(rih/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT