Masih Ada 2 Penyekatan Jalan Saat Boyolali Terapkan PPKM Level 3

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 13:40 WIB
Boyolali -

Kabupaten Boyolali. Jawa Tengah termasuk dalam kategori yang menerapkan PPKM level 3 Jawa-Bali. Sejumlah titik penyekatan sudah dibuka, tapi masih ada dua titik penyekatan yang masih dipertahankan.

"Untuk di wilayah Kabupaten Boyolali dari 23 titik (penyekatan) itu, kemungkinan kita masih akan mempertahankan 2 titik," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, di halaman Mapolres Boyolali, Senin (26/7/2021).

Dua titik penyekatan yang belum dibuka tersebut yakni di pertigaan Randusari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, dan perempatan terminal lama Sunggingan, Boyolali. Selain itu akses jalan menuju Boyolali Kota masih ditutup.

Kendaraan dari arah Solo ke Semarang dialihkan ke selatan melalui Gerit, Mojosongo, hingga tembus ke Jalan Perintis Kemerdekaan. Akses jalan dari arah Semarang menuju Solo juga dialihkan melalui jalur lingkar utara atau Prof Soeharso.

"Untuk mengalihkan kendaraan dari luar kota untuk lewat jalur lingkar. Dua titik itu masih tetap kita berlakukan (penyekatan). Tetapi untuk penyekatan di jalan-jalan yang lain kita buka," kata Morry.

Morry menerangkan selama pemberlakuan PPKM Darurat dan PPKM level 4, ada 23 titik penyekatan dan 2 exit tol di Boyolali yang ditutup. Namun untuk exit tol yakni pintu exit Tol Mojosongo dan Bandara Adi Soemarmo sudah dibuka sejak Minggu (26/7) kemarin sore.

Kemudian per hari ini 21 titik penyekatan di wilayah Boyolali Kota dan sekitarnya sudah dibuka lagi. Morry mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan dan tidak bepergian jika tak ada kepentingan mendesak.

"Terkait dengan penyekatan ini, saya mengimbau khususnya kepada masyarakat Boyolali untuk kita sama-sama menjaga protokol kesehatan. Jangan sampai pembukaan penyekatan di ruas-ruas jalan ini justru menjadi euforia dan terjadi pergerakan yang cukup masif," terang dia.

"Saya mengimbau kepada masyarakat Boyolali, apabila tidak penting sekali, monggo silahkan di rumah saja," imbau Morry.

Menurut Morry, selama pelaksanaan PPKM Darurat dan PPKM level 4 hingga tanggal 25 Juli 2021 kemarin, mobilitas masyarakat di Boyolali turun cukup signifikan, yakni mencapai sekitar 70 persen.

"Cukup baik menurut saya. Penurunannya (mobilitas warga) cukup signifikan, di angka sekitar 60-70 persen. Apa lagi dengan adanya program Boyolali di rumah saja dan itu menurut kami cukup membantu walaupun kegiatan itu dilaksanakan hanya pada hari minggu," kata dia.

Sementara itu dari pantauan detikcom, jalan-jalan masuk komplek perkantoran terpadu Pemkab Boyolali, hari ini masih ditutup. Yang dibuka hanya satu yakni di pintu timur bagian selatan, yakni di depan kantor Satpol PP.

(ams/mbr)