Terpopuler Sepekan

Heboh Amplop Bansos Tertera Nama Bupati Karanganyar dan Istri

Andika Tarmy - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 10:10 WIB
Amplop bansos Karanganyar bertulis nama istri bupati
Amplop bansos Karanganyar bertulis nama istri bupati (Foto: Istimewa)
Karanganyar -

Amplop bantuan sosial (bansos) tunai senilai Rp 300 ribu yang dibagikan kepada para PKL di Karanganyar, Jawa Tengah jadi sorotan. Musababnya ada nama Bupati Karanganyar Juliyatmono dan istrinya yang juga anggota DPRD Karanganyar, Siti Khomsiyah.

Pembagian bansos tunai tersebut dilakukan di kantor Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop UKM) Karanganyar, pada Senin (19/7) lalu. Sekitar 840 PKL terdampak PPKM Darurat mendapatkan bantuan yang bersumber dari dana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) itu.

"Iya sumbernya dari Baznas, totalnya Rp 300 juta. Memang ada pos untuk penanggulangan bencana, karena Baznas juga diinstruksikan supaya kita tanggap terhadap bencana ini," ujar Ketua Baznas Karanganyar Sugiyarso saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (21/7/2021).

Sugiyarso menyebut dana bantuan tersebut cair setelah Baznas berkoordinasi dengan Pemkab Karanganyar. Meski begitu, pihaknya mengaku tidak tahu-menahu terkait pencantuman nama Juliyatmono dan istrinya Siti Khomsiyah dalam amplop bansos tunai tersebut.

"Saya belum ngecek, saya belum tahu. Kalau Pak Bupati, beliau kan memang Ketua Penanggulangan COVID. Yang penting perjanjiannya dari Baznas. Kalau menyerahkan, kan orang lain boleh menyerahkan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Martadi, mengakui soal amplop bertuliskan nama bupati dan istrinya. Pihaknya mengaku keliru dan sudah mengganti amplop yang digunakan untuk membagikan bansos tunai tersebut.

"Saya akui saya kurang mengontrol. Saya tidak mengontrol sejauh itu. Saya terima kasih diingatkan," kata Martadi saat dimintai konfirmasi.

Terpisah, Bupati Karanganyar Juliyatmono menjawab penggunaan amplop bertuliskan nama dirinya dan istri tersebut adalah kekeliruan. Dirinya menyebut tidak memerintahkan bawahannya untuk mencantumkan nama istrinya dalam amplop bansos tunai untuk PKL tersebut.

"Soal amplop ya anggap saja keliru, ya nggak papa. Wong bukan dari mana-mana, bisa diganti. Saya suruh ganti besok," ujar Juliyatmono.

"Tidak ada (perintah). Kan dulu (tulisannya) kan juga bupati. Supaya digantilah kalau perlu bupati atau mungkin juga Baznas nggak papa karena itu bantuan yang bukan dari APBD," terang Juliyatmono yang sudah menjabat sebagai bupati dua periode itu.

Meski begitu, Juliyatmono mengaku tidak tahu alasan bawahannya memakai amplop bertuliskan dia dan istrinya. Terlebih sumber dana bansos tunai itu berasal dari Baznas.

"Mungkin kan kehabisan amplop atau apa, nggak tahu. (Seharusnya) Amplopnya (tulisannya) ya bupati lah, besok harus bupati," cetus dia.

"Masyarakat sudah tahu kalau itu dari Baznas, kita kan minta (dana Baznas) itu. Bahwa kemarin saya, lho kok amplopnya (begitu), ya besok digantilah. (Tulisannya) Dari bupati ya boleh, dari Baznas juga boleh," tutupnya.

Selengkapnya DPRD Karanganyar dan Pakar Hukum UNS angkat bicara soal heboh amplop bansos bertuliskan bupati dan istri di halaman selanjutnya...

Simak juga 'Pelaku Penipuan Berkedok Bansos PPKM Diringkus Polisi':

[Gambas:Video 20detik]