Polda Jateng Minta Warga Tak Terhasut Hoax Ajakan Demo Tolak PPKM

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 20:51 WIB
Poster
Ilustrasi PPKM (Foto: Edi Wahyono)
Semarang -

Polda Jawa Tengah meminta warga tidak terhasut hoax ajakan demo tolak PPKM besok. Ajakan demo itu beredar melalui pesan WhatsApp (WA).

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan ajakan dengan nada provokasi itu dipastikan hoax.

"Terhadap ajakan-ajakan di medsos, broadcast menghasut berita hoax di masyarakat, Polda Jateng akan menindak tegas. Bijak bermedsos, saring sebelum sharing," kata Iqbal lewat pesan singkat, Jumat (23/7/2021).

Sementara itu dari informasi yang beredar di WA, ada ajakan aksi yang direncanakan digelar hari Sabtu (24/7) besok di beberapa daerah termasuk Kota Semarang. Di Semarang sendiri ada dua pesan berbentuk gambar yang salah satunya mengajak unjuk rasa dan satunya lagi hanya informasi. Keduanya menunjukkan lokasi yang berbeda.

Iqbal menjelaskan pihaknya berharap masyarakat tidak termakan hoax provokasi ajakan aksi besok. Terkait dampak PPKM, forkopimda termasuk Polda Jateng sudah mulai menyalurkan bantuan sehingga masyarakat tetap tenang.

"Kita semua tahu bahwa kemarin telah terjadi demo di Bandung dan beberapa tempat sampai situasi ricuh oleh karena itu dari Polda Jateng dan Forkopimda dalam situasi dan kondisi yang sulit ini telah mendistribusikan bansos kepada seluruh masyarakat yang terdampak virus COVID-19 di Jawa Tengah yang tujuannya adalah untuk meringankan masyarakat terdampak," jelas Iqbal.

Tidak hanya di Kota Semarang, ajakan demo hari Sabtu (24/7) besok juga ada di Kudus. Kasubag Humas Polres Kudus, AKP Bambang Sutaryo, mengimbau kepada masyarakat agar tidak turun ke jalan menggelar aksi. Apalagi saat ini masa pandemi COVID-19 dan diberlakukan PPKM Level 4 di Kudus.

"Imbauan kalau bisa tidak usah karena situasi (PPKM Level 4 di Kudus), bisa terjadi kerumunan," kata Bambang.

Sebelumnya ajakan serupa ada di Kota Tegal. Kepolisian setempat mengamankan 69 orang di beberapa titik yang bermaksud unjuk rasa karena termakan hoax provokasi.

"Kami mengamankan 69 orang di beberapa titik, ada anak berkerumun kemudian terindikasi, jadi mereka itu terprovokasi berita hoax adanya gerakan-gerakan dari mahasiswa terkait PPKM Darurat ini. Mereka juga sempat menantang petugas dengan mengacungkan jari tengah dan melakukan penyerangan secara fisik. Ada juga, petugas yang mereka tabrak, sehingga mengalami luka-luka," ungkap Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo, kepada wartawan, Senin (19/7).

Simak video 'Beredar Seruan Demo Jokowi di DKI, Polda Metro Ingatkan RS-Kuburan Penuh':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)