1 Perawat di RSPS Bantul Gugur karena Corona, 130 Nakes Lain Terpapar

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 13:04 WIB
Seorang perawat di RS Panembahan Senopati Bantul meninggal positif Corona,
Salat jenazah nakes RS Panembahan Senopati yang gugur akibat terpapar COVID-19. (Foto: dok Dinas Kominfo Kabupaten Bantul)
Bantul -

Seorang tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Panembahan Senopati (RSPS) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meninggal dunia karena virus Corona atau COVID-19. Selain itu, tercatat hingga saat ini ada 130 nakes di rumah sakit tersebut yang terpapar Corona.

Kepala Subbag Hukum, Pemasaran dan Kemitraan RSPS Bantul Siti Rahayu Ningsih, mengatakan bahwa nakes yang meninggal dunia tersebut bernama Widodo Lestari (46). Almarhum meninggal terpapar COVID-19 saat menjalankan tugasnya sebagai perawat di bangsal bedah.

"Beliau sempat dirawat selama 10 hari dan di lima terakhir beliau dirawat di ruang ICU. Tapi Tuhan berkehendak lain dan beliau wafat," kata Siti saat dihubungi wartawan, Kamis (22/7/2021).

Siti melanjutkan, Widodo merupakan nakes RSPS Bantul yang pertama meninggal akibat terpapar COVID-19. Selain itu, Siti mengungkapkan jika almarhum Widodo memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Selain muncul kasus nakes meninggal akibat terpapar COVID-19, Siti menyebut ada seratusan nakes di RSPS yang terkonfirmasi positif COVID-19. Namun, beberapa di antaranya ada yang sudah pulih dan kembali bertugas.

"Ada 130 nakes di Panembahan Senopati Bantul yang terpapar COVID-19 dan harus menjalani isolasi mandiri. Tapi sudah ada yang sembuh dan kembali bekerja seperti biasa," ujarnya.

Dengan banyaknya nakes di RSPS yang terpapar COVID-19, Siti mengaku agak kewalahan dalam memberi pelayanan medis. Terlebih kapasitas tempat tidur untuk pasien COVID-19 sudah penuh.

"Yang jelas sangat berat ya, karena ada seratus lebih nakes kita harus isolasi. Sementara jumlah pasien COVID-19 terus meningkat ditambah saat ini kami sudah over capacity (membeludak) pasien COVID-19," kata Siti.

Simak video 'Terkait Vaksin Booster, Kemenkes: Sudah Ada Kajian dari ITAGI':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)