Capai Target Nasional Tes COVID-19, Bagaimana Kondisi Corona di Solo?

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 22:06 WIB
Poster
Ilustrasi PPKM Darurat COVID-19 (Foto: Edi Wahyono)
Solo -

Kota Solo menjadi daerah nomor 3 dari lima daerah yang mampu mencapai target nasional tes COVID-19. Seperti apa kondisi objektif kasus Corona di kota asal Presiden Jokowi tersebut?

Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, Kota Solo juga memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menyebut Solo masih dalam kondisi level 4.

Teguh mengatakan angka kasus virus Corona atau COVID-19 di Solo memang sudah terlihat turun dalam beberapa hari terakhir. Namun menurutnya, hal lain yang perlu diperhatikan ialah ruang isolasi rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit (RS) yang masih penuh.

"Kalau yang positif kita turun, tetapi BOR dan jumlah yang meninggal ini menjadi acuan," kata Teguh saat dihubungi wartawan, Rabu (21/7/2021).

Menurutnya, BOR RS di Solo saat ini masih berada di angka 95 persen dan beberapa rumah sakit sudah penuh. Bahkan Teguh mengatakan ada pasien yang meninggal dunia sebelum ditangani karena kondisi RS yang penuh.

"Ini yang kami prihatin sekali. Dan kenyataan di lapangan memang rumah sakit BOR-nya 95 persen. Antre IGD itu berarti kan di luar. Dan ada yang meninggal di luar belum tertangani," ujar dia.

Sementara angka kematian di Solo, menurutnya juga masih tinggi, yakni mencapai angka 20 sehari. Padahal sebelumnya belum pernah mencapai angka tersebut.

"Tiga hari kemarin yang meninggal ada 19, ada 21. Ini kan jarang sekali. Kita kemarin-kemarin itu hanya 10 maksimal," ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Solo masih memberlakukan pengetatan sesuai aturan PPKM Darurat. Dia pun mengatakan penutupan jalan-jalan utama Kota Solo juga masih diberlakukan.

"Kan ini tetap sama aturannya, tidak berubah. Di level 4 dengan kemarin yang istilahnya darurat itu sama. Penyekatan ini masih berlaku sampai tanggal 25 Juli," ujar dia.

Namun dia mengatakan siap melonggarkan aturan jika angka penyebaran COVID-19 terus menurun hingga 25 Juli 2021. Selain itu, dia juga memastikan masyarakat terdampak akan mendapatkan bantuan sosial.

"Akan ditindaklanjuti dengan bantuan-bantuan yang kemarin pemerintah pusat sudah menyampaikan, BST, BNPT, PKH sembako. Termasuk juru parkir, pedagang pasar yang non-esensial yang kemarin tutup, itu kan banyak yang terdampak," pungkasnya.

(rih/mbr)