Makam Dibongkar Gegara Tali Pocong Lupa Dilepas, Polisi: Diminta Keluarga

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 17:23 WIB
Makam di Klaten dibongkar karena tali pocong jenazahnya belum dilepas, Rabu (21/7/2021).
Makam di Klaten dibongkar karena tali pocong jenazahnya belum dilepas, Rabu (21/7/2021). (Foto: dok Kapolsek Karangdowo Klaten AKP Aleg Ipanudin)
Klaten -

Makam seorang warga Desa Bulusan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah terpaksa dibongkar karena tali pocong pada jenazah lupa dilepas. Pembongkaran dilakukan atas permintaan keluarga.

"Betul, permintaan dari keluarga dan minta ke kepala desa. Jadi atas permintaan keluarga," ungkap Kapolsek Karangdowo AKP Aleg Ipanudin saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (21/7/2021).

Setelah ada permintaan itu, lanjut Aleg, desa berkoordinasi dengan polsek. Pembongkaran dilakukan Minggu (18/7) pukul 16.49 WIB.

"Pembongkaran 18 Juli 2021, pukul 16.49 WIB. Yang membongkar dari desa dibantu tim Rekad, Kecamatan Karangdowo plus Polsek," sambung Aleg.

Menurut Kepala Desa Bulusan, Kecamatan Karangdowo, Heri Purwoko, awalnya keluarga melapor kepada pemerintah desa terkait tali pocong jenazah yang lupa dilepas. Pemerintah desa kemudian berkoordinasi dengan polsek dan relawan untuk merencanakan pembongkaran makam.

"Atas permintaan keluarga. Bersama keluarga, warga, relawan dan polsek akhirnya dibongkar," kata Heri pada detikcom hari ini.

Sebelumnya diberitakan makam seorang warga di Desa Bulusan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah dibongkar karena tali pocong jenazah lupa dilepas saat pemakaman.

"Betul ada makam dibongkar dan tali pocong dilepaskan," ujar Kades Bulusan, Heri Purwoko, saat dimintai konfirmasi detikcom, siang tadi.

Jenazah merupakan warga yang meninggal dunia akibat sakit jantung pada akhir pekan kemarin. Tali pocong yang lupa dilepas ini diketahui aparat dari laporan keluarga ke pihak pemerintah desa setempat.

Saat dibongkar, ujar Heri, ternyata benar jenazah belum dilepas tali pocongnya. Setelah selesai dimakamkan kembali.

"Ya memang belum dilepas. Setelah itu ya dikuburkan kembali," pungkas Heri.

(sip/ams)