Patut Dicontoh! 'Sebisanya' Salurkan Makanan untuk Warga Isoman di Sleman

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 16:54 WIB
Sebisanya gerakan warga bantu warga isoman di Sleman
'Sebisanya' gerakan warga bantu warga isoman di Sleman. (Foto: dok Sebisanya)
Sleman -

Pandemi virus Corona atau COVID-19 masih belum mereda. Tak semua pasien dirawat di rumah sakit dan banyak yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Situasi ini memantik gerakan warga bantu warga yang sedang menjalani isoman. Salah satunya dilakukan Kus Widiantoro (40) warga Sendowo, Sinduadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang membantu tetangganya yang terpapar COVID. Melalui aksi yang dinamakan 'Sebisanya', ia bersama koleganya menyalurkan bantuan berupa makanan, vitamin, APD, kepada warga isoman dan yang membutuhkan.

"Ini bukan gerakan ya sebenarnya ini itu inisiasi dari bapak. Sebisanya apa yang kita bisa bantu. Bukan gerakan bukan apa-apa cuma istilah kamu bisa apa untuk membantu warga yang terpapar COVID-19. Bisa masak ya masak, pokoknya sebisanya aja. Ini spontanitas. Idenya dari bapak," kata Kus saat dihubungi wartawan, Rabu (21/7/2021).

Aksi kemanusiaan ini sudah ia mulai sejak awal PPKM darurat. Berawal dari kegelisahan karena banyak teman yang terpapar Corona dan menjalani isolasi mandiri. Gayung bersambut, ide untuk membantu warga ini disetujui oleh koleganya.

"Berawal dari kegelisahan sekarang ini yang ternyata kasus melonjak sampai circle sekitar kita temen-temen kita isoman. Tidak ada yang membantu mau keluar juga susah. Makan pun susah, gitu aja. Memang semangat dari temen-temen ini. Inisiator lalu mengiyakan nah dari situ gayung bersambut," ungkapnya.

Setiap hari, ratusan paket makanan disalurkan. Namun, baru terbatas untuk warga Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

"Kita menyalurkan berupa makanan setiap hari mulai dari 100-150 sekitar itu tapi nanti sebisanya aja yang kita mampu. Ada kita juga bisa kasih masker, APD juga. Sebisanya," ungkapnya.

Kus juga memberdayakan petani untuk memperoleh bahan baku masakannya. Kemudian bekerja sama dengan salah satu warung untuk mengolah bahan baku itu.

"Kita bekerja sama dengan Pojok Taraman, warung, kita sounding dia bisa apa lalu bisa masak. Lalu kita inisiasi petani (untuk bahan baku) dan diolah Pojok Taraman nah olahan itu kita berikan ke warga yang terpapar COVID-19," urainya.

Soal nutrisi, Kus dan kawan-kawan tak melupakannya. Sebisa mungkin makanan itu mengandung protein tinggi. Ditambah minuman herbal seperti kunyit dan lainnya.

"Kita kemarin sempat riset, yang jelas protein cukup, nasi juga agak banyak. Yang jelas kandungan itu protein tinggi, daging ada, sayur ada, pilihan vitamin mencukupi agar imunnya kuat. Lalu kita tambah minumnya kunyit sama asem itu pasti ada," ungkapnya.

Kus mengaku tidak mematok kuota jumlah paket makanan yang diberikan. Jumlahnya dia koordinasikan dengan Satgas COVID-19 setempat, dan menyediakan makanan semampunya.

"Itu nanti yang ngatur karena koordinasinya dengan Satgas COVID-19 Sinduharjo. Lalu kita serahkan mereka untuk itu kebijaksanannya di sana. Tidak menyediakan kuota tapi menyesuaikan permintaan sesuai yang kita mampu," terang Kus.

Simak juga Orang-orang Baik di Tengah Pandemi

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)