Peta Zonasi PPKM Level 3-4 di DIY yang Mulai Diterapkan Hari Ini

Heri Susanto - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 11:40 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi Corona di Yogyakarta. (Foto: Edi Wahyono)
Yogyakarta -

Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan perpanjangan PPKM Darurat di Jawa-Bali atau yang kini disebut PPKM Level 3-4. Peraturan dan pelaksanaannya disebut sama dengan sebelumnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan ada tiga wilayah di DIY yang masuk level 4 yakni Kabupaten Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta. Sedangkan Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul masuk level 3. Zona tersebut masih sama seperti ketika awal diterapkan PPKM Darurat pada tanggal 3 hingga 20 Juli.

"Semua DIY tetap sama (penerapan PPKM)," kata Aji saat dimintai konfirmasi wartawan melalui pesan tertulis, Rabu (21/7/2021).

Ia mengatakan level tersebut hanya berbeda soal penyebutan zonasi risiko saat awal-awal pandemi. "Intinya level itu untuk menggantikan istilah hijau, kuning, oranye dan merah," jelasnya.

Namun soal penerapan, sesuai dengan Inmendagri tersebut, lanjut Aji, berlaku sama. Baik level 3 maupun 4 tetap dilarang untuk melakukan aktivitas kecuali sektor-sektor esensial.

Aji menjelaskan, berdasarkan kategorisasi dari Kementerian Kesehatan dengan mengacu indikator WHO, Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo masuk level 3. Artinya, ada 50-150 kasus COVID-19 per 100 ribu penduduk, 10-30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2-5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

"Sedangkan untuk level 4, artinya ada lebih dari 150 kasus COVID-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk," jelasnya.

Namun, meski kasus positif yang dirawat di rumah sakit berada di level 3, kata Aji, Pemda DIY tetap memberlakukan level 4 di Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo.

"Jika melihat BOR di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul, mereka (kasus positif) masuk ke daerah lain DIY. Jadi, bagi kami sama saja," jelas Aji.

Apalagi daerah di DIY, kata Aji, tak terlampau jauh antara lima kabupaten dan kota. Kemudian, pasien masuk ke rumah sakit tidak berdasarkan tempat asalnya.

"Rumah sakit yang masih memiliki bed, itu bisa dipakai. Begitu COVID-19, masuk Puskesmas, mereka yang akan identifikasi, apakah butuh perawatan rumah sakit, atau cukup isoman. Kalau butuh rumah sakit tidak di Bantul atau Sleman saja sesuai KTP. Mana yang masih ada bed-nya," kata dia.

Kepala Bagian Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji menambahkan penerapan di lapangan masih sama seperti PPKM Darurat. Hal tersebut berlaku sampai dengan tanggal 25 Juli mendatang.

"Substansi larangan masih sama. Pelonggaran baru dapat dilakukan pada tanggal 26 Juli. Dengan catatan ada penurunan kasus positif," jelasnya.

Begitu pun dengan warung makan, lanjut Ditya, masih berlaku hal yang sama. Warung makan dilarang untuk melayani makan di tempat.

"Peraturan masih sama. Sepemahaman saya, sejak awal warung makan (pada PPKM Darurat) tidak pernah ditutup, hanya boleh take away, tidak boleh makan di tempat. Pada PPKM (Level 3-4) yang berlaku saat ini, peraturan masih sama," jelasnya.

Simak video 'Melihat Daerah-daerah yang Berlakukan PPKM Level 3-4':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/sip)