2 Jalan Nasional di Cilacap Terendam Banjir! Kendaraan Tak Bisa Melintas

Arbi Anugrah - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 10:57 WIB
Banjir menutup akses jalan nasional penghubung dua kecamatan di Cilacap, Rabu (21/7/2021).
Banjir menutup akses jalan nasional penghubung dua kecamatan di Cilacap, Rabu (21/7/2021). (Foto: dok Endro Teguh Kusumo/staf Markas PMI Kabupaten Cilacap)
Cilacap -

Hujan deras mengguyur Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menyebabkan banjir di Kecamatan Jeruk Legi. Banjir juga menyebabkan jalan nasional yang menghubungkan dua kecamatan yakni Jeruk Legi dengan Kawunganten, terendam sehingga tak bisa dilewati sama sekali.

"Iya lagi di sini, kalau yang aku tahu baru yang di Jeruk Legi saja, karena luapan Sungai Cikuya, di dekat Simpang tiga Jeruk Legi arah Kawunganten, itu karena luapan. Sekarang masih (banjir) dan tadi sudah koordinasi dengan BPBD dan Basarnas, BPBD sudah meluncurkan perahu karet, masih ditunggu," ujar seorang staf Markas PMI Kabupaten Cilacap, Endro Teguh Kusumo, yang saat ini berada di lokasi, kepada detikcom, Rabu (21/7/2021).

Endro mengatakan dirinya ikut terjebak dan tidak bisa melintas jalan penghubung Jeruk Legi dan Kawunganten karena banjir. Banjir di lokasi tersebut disebutnya memang sering terjadi jika hujan deras melanda.

"Itu memang kalau terjadi intensitas hujan yang tinggi itu biasanya meluap, karena di situ cekungan. Biasa banjir kalau hujan dari semalam. Kalau jembatannya aman, tidak terendam, setelah jembatan turunan dan cekungan, ke situ akhirnya luapan air dari sungai," ujarnya.

Diwawancara terpisah, Kepala Seksi Pencegahan BPBD Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan jika ada dua jalan nasional di wilayah Jeruk Legi yang terendam dan belum dapat dilalui kendaraan.

"Ada dua titik yang mengganggu perjalanan transportasi darat di Desa Cilibang yang menghubungkan antara Cilacap dengan Wangon Banyumas dengan tinggi air di jalan 60 cm dengan panjang genangan 500 meter, sampai detik ini masih. Itu jalur nasional Wangon Cilacap tidak bisa dilewati, sampai saat ini masih," ujar Gatot saat dihubungi detikcom, hari ini.

"Lalu jalur Sidareja-Cilacap di Desa Jeruk Legi Kulon di pertigaan Jeruk Legi, di sana tidak bisa dilewati juga. Panjang genangan tidak sampai 70 meter tapi tinggi dan arusnya tidak bisa dilewati karena membahayakan perjalanan transportasi darat," lanjutnya.

Dia menjelaskan jika hingga pukul 09.50 WIB dua titik jalan tersebut masih belum bisa dilalui kendaraan.

"Baik itu jembatan yang tergenang maupun jalan yang tergenang, karena ada arus banjir, hujan di hulu sudah berhenti, tapi arus sungai masih," kata Gatot.

Selain jalan nasional, banjir juga berdampak pada sekitar 200 rumah penduduk di wilayah Kecamatan Jeruk Legi, diantaranya di Dusun Wanasari Desa Jeruk Legi Kulon dan di Desa Cilibang. Ketinggian air di dua lokasi itu sekitar 20-40 sentimeter.

"Tinggi muka airnya (di permukiman warga) tidak membahayakan dan sampai sekarang ini tidak ada yang dikhawatirkan untuk dievakuasi. Warga masyarakat masih bertahan. Ada juga sekolah yang terendam, tapi tidak ada kegiatan belajar mengajar, karena semuanya daring jadi tidak menjadi prioritas evakuasi," ujarnya.

(sip/mbr)