Satgas COVID-19: Sebagian Besar Masjid di Solo Gelar Salat Idul Adha

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 15:52 WIB
Ilustrasi pria salat
Ilustrasi salat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter)
Solo -

Kementerian Agama (Kemenag) telah mengimbau agar masyarakat melaksanakan salat Idul Adha di rumah masing-masing. Namun ternyata sebagian besar masjid di Kota Solo, Jawa Tengah masih menggelar salat Idul Adha berjemaah.

Hal tersebut berdasarkan pemantauan tim gabungan Satgas COVID-19 yang melibatkan Satpol PP, kepolisian dan TNI hari ini. Namun Satgas menyebut pelaksanaan salat Idul Adha tersebut masih sesuai protokol kesehatan (prokes).

"Hampir sebagian besar melaksanakan salat Idul Adha di masjid. Tapi mereka melakukan pembatasan khusus warga sekitar dan melaksanakan prokes," kata Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan, saat dihubungi wartawan, Selasa (20/7/2021).

Selepas melaksanakan salat berjemaah, masjid-masjid pun melakukan penyembelihan hewan kurban. Menurut Arif, penyembelihan juga dilakukan secara terbatas oleh takmir masjid.

"Panitia terbatas saja. Biasanya kan melibatkan masyarakat banyak, tapi sebagian besar masjid ini hanya tertentu saja. Hanya sepertiganya saja yang mengurusi penyembelihan hewan kurban. Daging juga diantar ke rumah-rumah," ujar dia.

Arif menegaskan tim tidak melakukan penindakan terkait salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban di masjid. Sebab pelaksanaannya sudah dilakukan sesuai prokes.

"Sampai saat tadi tidak ada penindakan. Karena ketika diimbau mereka patuh," kata dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Solo, Hidayat Maskur, mengatakan pihaknya sudah mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Adha di rumah masing-masing. Dia mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menindaknya.

"Wewenang kita sebatas mengajak dan mengimbau. Tetap kita mengajaknya salat dari rumah masing-masing dan memang salat Idul Adha bisa dipindahkan dari masjid ke rumah. Istilahnya salat di rumah pun tidak batal dan tidak mengurangi pahala," kata Hidayat.

Imbauan tersebut dilakukan karena Kota Solo masuk dalam level 4 terkait penyebaran COVID-19. Meski demikian, dia berharap Idul Adha tidak menjadi klaster penularan COVID-19.

"Harapannya tidak menimbulkan klaster baru. Jangan sampai saat berkerumun salat berjamaah tidak sadar, lalu jadi klaster baru di situ. Yang kita khawatirkan kan di situ," pungkasnya.

Lihat juga Video: Momen Wapres Ma'ruf Amin Imami Salat idul Adha di Rumah Dinas

[Gambas:Video 20detik]



(bai/sip)