Round-Up

9 Fakta Baliho 'Enak Zaman PKI' dan Memaki Pejabat Bikinan Kades Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 07:44 WIB
Kades di Sragen pasang baliho maki pemerintah enak zaman PKI, Kamis (15/7/2021).
Baliho bikinan Kades Samto (Foto: dok Satpol PP Sragen)
Sragen -

Kepala Desa (Kades) Jenar di Sragen, Jawa Tengah, Samto, nekat memasang baliho bertuliskan 'Enak Zaman PKI' dan makian pada pejabat terkait pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Berikut 9 fakta seputar kasus ini:

1. Tulisan bernada kasar serta foto pakai masker di dahi

Baliho berukuran cukup besar tersebut dipasang di jalan Desa Jenar, Sragen. Selain bertuliskan kata-kata yang cenderung kasar, baliho ini juga dipasangi foto sang kades berseragam dengan memasang masker di dahi. Begini bunyi baliho tersebut:

IKI JAMAN REVORMASI, ISIH PENAK JAMAN PKI
AYO PEJABAT MIKIR NASIBE RAKYAT.
PEJABAT SENG SENENG NGUBER UBER RAKYAT KUI BANGSAT
PEGAWAI SENG GOLEKI WONG DUWE GAWE IKU KERE
PEGAWAI SING SIO KARO SENIMAN SENIWATI KUWI BAJI**AN

(Sekarang zaman reformasi
Masih enak zaman PKI
Ayo pejabat memikirkan nasib rakyat
Pejabat yang suka mengejar rakyat itu bangsat
Pegawai yang suka mencari orang punya hajat itu kere
Pegawai yang menyia-nyiakan seniman seniwati itu baji**an)

2. Baliho dibuat dan dipasang Kades Jenar

Ketika dikonfirmasi, Samto mengakui dirinyalah yang membuat dan memasang baliho tersebut. Baliho tersebut dipasangnya sejak Rabu (14/7) pagi.

"Kata-katanya saya sendiri yang bikin, pemasangannya saya yang nungguin," ujar Samto saat dihubungi detikcom, Kamis (15/7).


3. Tulisan bernada kasar supaya didengar

Samto menyebut, dirinya nekat memasang baliho tersebut karena mengaku tidak tahan melihat rakyat menderita. Menurutnya, kebijakan PPKM Darurat yang selama ini berlaku sangat memberatkan rakyat.

"Orang hajatan dibubarkan, untungnya apa. Rakyat berjualan diuber-uber. Kasihan rakyat dan seniman dua tahun enggak makan," kata dia.

Samto mengaku sengaja menggunakan pilihan kata yang agak keras dalam balihonya. Harapannya aspirasinya tersebut didengarkan oleh pemerintah.

"Sengaja (keras), biar didengarkan aspirasi rakyat. Saya yakin rakyat mendukung," jelasnya.

4. Baliho langsung diturunkan petugas

Baliho tersebut, akhirnya diturunkan oleh pihak Satpol PP. Pihaknya mengaku tidak mempermasalahkan jika nantinya mendapat sanksi atas aksinya ini.

"Sudah diturunkan sama Satpol PP, Rabu (14/7) sore. Nggak apa-apa. Kalau memang ada sanksi saya siap," tegasnya.


Selanjutnya: Bupati mereaksi, sanksi menanti

Lihat juga Video: Hujan Disertai Angin, Baliho di Tasikmalaya Roboh-Menimpa Mobil

[Gambas:Video 20detik]