Pedagang di Kudus Sambat Tak Bisa Kirim Hewan Kurban Imbas PPKM Darurat

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 13:29 WIB
Pedang hewan ternak di Pasar Ternak Gulang Kudus, Selasa (13/7/2021).
Pedang hewan ternak di Pasar Ternak Gulang Kudus, Selasa (13/7/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Kudus -

Pedagang hewan ternak di Kudus, Jawa Tengah tahun ini harus gigit jari karena terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Pendapatan mereka berkurang karena tak bisa mengirim hewan kurban ke luar kota.

"Biasanya kirim ke Bogor tahun ini tidak karena ada PPKM Darurat," kata salah seorang pedagang hewan kurban, Harno (52) saat ditemui di di Pasar Ternak Gulang Kudus, Selasa (13/7/2021).

Harno mengenang menjalang Hari Raya Idul Adha, dia biasa mengirim ternak ke luar kota. Jika biasanya dia bisa mengirim sampai 24 ekor sapi, tapi tidak untuk tahun ini.

"Biasanya di sana lumayan mintanya, sapi itu ada 24 ekor menjelang idul Adha. Tahun ini tidak kirim sama sekali," jelasnya.

Tak hanya itu, dampak pandemi virus Corona atau COVID-19 yang belum mereda ini juga membuat usahanya lesu. Pendapatan kian menurun karena peminat hewan ternaknya berkurang.

Harno menyebut harga satu ekor sapi dia jual di kisaran harga Rp 25 juta. Kemudian untuk seekor kerbau mencapai Rp 40 juta.

"Masih bisa tahun lalu, ini sama sekali tidak bisa, biasa-biasa saja. Pembelinya sepi, tidak seperti tahun lalu. Tahun lalu gairah pembeli menurun. Tadi bawa tiga ekor sapi, biasanya pedagang kampung sampai 5 ekor," ungkap Harno.

Hal senada juga disampaikan Suhardono (67). Suhardono menyebut tahun ini pembeli hewan kurban dirasa sepi.

"Biasanya meningkat 5 ekor kambing, ini sepi. Sejak ada PPKM (Darurat) ini sepi, sampai sekarang sepi," ujarnya.

"Harganya Rp 2 juta sampai Rp 4 juta, harganya naik," sambung dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Sunardi mengatakan penjualan hewan ternak di Kudus dinilai masih lancar. Menurutnya ada kenaikan harga hewan ternak mulai Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta.

"Penjualan lancar, ada peningkatan Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. Kita berupaya dengan prokes tetap kerja keras dalam rangka mengamankan maupun menyeleksi jangan sampai hewan itu dikonsumsi tidak sehat baik secara fisik maupun yang sudah dipotong," ucap Sunardi saat ditemui di lokasi siang ini.

Simak video 'PPKM Darurat, Pasokan Hewan Kurban ke Purwakarta Terkendala Penyekatan':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)