Tempat Tidur Pasien Corona RSPA Boyolali Penuh!

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 18:13 WIB
Kabid Pelayanan RSUD Pandan Arang Boyolali, Astrid Fitrian Purwandari, Senin (12/7/2021).
Kabid Pelayanan RSUD Pandan Arang Boyolali, Astrid Fitrian Purwandari, Senin (12/7/2021). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Tempat tidur pasien Corona atau COVID-19 di RSUD Pandan Arang Boyolali (RSPA Boyolali), Jawa Tengah kini penuh. Bahkan ada pasien yang sementara dirawat di IGD karena menunggu ketersediaan ruang isolasi.

"Pada dasaranya masih full, 100 persen terus. Jadi intinya kalau pasien pulang, itu yang di IGD sudah siap untuk masuk. Full, 100 persen sampai saat ini," ujar Kabid Pelayanan RSUD Pandan Arang Boyolali, Astrid Fitrian Purwandari, kepada detikcom di sela-sela persiapan gedung PGRI Boyolali untuk tempat isolasi terpusat pasien tanpa gejala, Senin (12/7/2021).

RSUD Pandan Arang Boyolali memiliki 8 bangsal yang telah digunakan untuk merawat pasien virus Corona. Terdiri dari Bangsal Brotowali 1 dengan kapasitas 20 tempat tidur. Kemudian Barada 1 (16 bed), Barada 2 (14 bed), Mpu Panuluh 2 (18 bed), Tantular (16 bed), Mpu Kanwa (35 bed), Akar Wangi (22 bed) dan Binahong 20 tempat tidur.

Sedangkan untuk ICU ada 6 tempat tidur, NICU/PICU masing-masing satu tempat tidur dan Perinatologi 2 tempat tidur.

Dalam kesempatan yang sama, Astrid juga mengungkap kebutuhan oksigen di RSUD Pandan Arang Boyolali mencapai 3 ton dalam sehari.

"Kebutuhan oksigen per hari untuk oksigen cair sekitar 3 ton. Tabung kecil 12 dan tabung besar 100 tabung," lanjut Astrid.

Kebutuhan oksigen di RSUD Pandan Arang Boyolali memang mengalami peningkatan selama pandemi Corona ini. Terlebih akhir-akhir ini setelah kasus Corona meledak dan jumlah pasien yang masuk rumah sakit meningkat.

"Ini selama COVID. Kalau sebelum COVID tidak sampai segini. Tiga ton itu bisa sampai 2 hari, sekarang tiga ton bisa sehari. Sedangkan (oksigen) tabung untuk mem-backup," jelas dia.

Lebih lanjut Astri mengatakan, untuk kebutuhan oksigen pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jateng maupun Pusat. Pihaknya terus mengupayakan kebutuhan oksigen di rumah sakit selalu tersebut.

"Oksigen terus terang memang kami agak kesulitan, kami terus berkoordinasi baik ke Provinsi maupun Pusat, ya kami upayakan. Saat ini sih sudah terisi. Memang kemarin waktu krisis yang dialami semua yang di Jawa Tengah, memang kami terdampak juga. Tapi pada dasarnya kalau kosong sama sekali tidak, cuma memang kemarin untuk droping memang terlambat," katanya.

Simak video 'Antisipasi Lonjakan Corona, Pemkab Boyolali Tambah Ruang Perawatan OTG':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)