Belasan Pedagang Kena Corona, Pasar Simo Boyolali Ditutup

Ragil Ajiyanto - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 15:44 WIB
Pasar Simo Boyolali ditutup seminggu setelah belasan pedagangnya positif Corona, Rabu (30/6/2021).
Pasar Simo Boyolali ditutup seminggu setelah belasan pedagangnya positif Corona, Rabu (30/6/2021). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Pasar Simo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ditutup selama tujuh hari. Penutupan sementara pasar tradisional itu setelah ditemukan adanya belasan pedagang yang terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19.

"Iya, Pasar Simo ditutup sementara mulai 29 Juni sampai 5 Juli 2021 karena ada pedagang yang positif COVID-19," kata Kabid Infrastruktur dan Pembinaan dan Penataan Pedagang Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Aris Sulistyanto, kepada wartawan, Rabu (30/6/2021).

Menurut dia, pihak Satgas Penanganan COVID-19 Kecamatan Simo pada Selasa (29/6) lalu menggelar Sidak dan melakukan swab antigen terhadap 24 pedagang. Ternyata, 12 pedagang diantaranya positif Corona.

"Lha itu baru sampel 24 orang, ada 12 yang positif. Padahal di Pasar Simo ada 900-an pedagang," jelas dia.

Dengan kondisi tersebut, Pasar Simo dinilai berisiko tinggi menjadi lokasi penularan virus Corona. Apalagi, pedagang di pasar tersebut tak hanya dari warga Simo dan sekitarnya, tetapi juga ada dari berbagai daerah dari luar Boyolali.

"Pasar Simo buka setiap hari, tapi juga punya hari pasaran yang paling ramai yaitu setiap Pahing," imbuh dia.

Jumlah pedagang di Pasar Simo, jelas dia, sebanyak 909 pedagang. Terdiri, kios ada 137, kemudian pedagang SIDT (Surat Izin Dasaran Tetap) sebanyak 502, SDDS (Surat Dispensasi Dasaran Sementara) ada 70, pedagang oprokan 16, oprokan di halaman pasar 54, dan pedagang di halaman lingkup pasar 130.

Pedagang di Pasar Simo Tak Taat Prokes

Sementara itu Camat Simo, Waluyo Jati, menambahkan bahwa ketaatan pedagang pada protokol kesehatan (prokes) di Pasar Simo dinilai rendah. Berulangkali tim satgas tingkat kecamatan mengingatkan dan menegur, tapi tidak terlalu digubris.

"Sebenarnya ini sudah cukup lama kami perhatikan. Kami sudah berkali-kali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sana (Pasar Simo). Awalnya sosialisasi masker, dan prokes COVID-19. Namun, pedagang sulit diatur. Sudah berkali-kali mengecek ketaatan pakai masker, tapi yo cuma digembol (masker dimasukkan saku) saja," kata Waluyo Jati kepada wartawan.

Sebelum tes swab pada 24 pedagang, sebelumnya pihaknya juga melakukan Sidak ke Pasar Simo dan melakukan swab antigen terhadap 13 pedagang pada 21 Juni 2021 lalu. Hasilnya saat itu ada tiga orang yang positif.

Dengan dasar itu Pemkab Boyolali akhirnya menutup sementara Pasar Simo dari aktivitas perdagangan selama seminggu. Penutupan pasar mulai 29 Juni hingga 5 Juli 2021 mendatang. Selain itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan di kompleks pasar.

(sip/mbr)