Sleman Catat Lonjakan Kematian Pasien Corona Saat Isoman karena RS Penuh

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 13:22 WIB
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept.
Ilustrasi nakes Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/12521104)
Sleman -

Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan lonjakan kasus kematian pasien virus Corona atau COVID-19 yang tinggi di bulan Juni. Dinas Kesehatan Sleman menyebut di periode Juni juga ditemukan kasus meninggal saat menjalani isolasi mandiri terkait dengan penuhnya rumah sakit.

"Sudah ada kematian saat isolasi mandiri, jadi statusnya isolasi mandiri tapi kemudian meninggal di rumah," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo saat jumpa pers secara daring, Rabu (30/6/2021).

Joko menyebut kematian saat isolasi mandiri disebabkan karena rumah sakit di Sleman penuh. Sehingga pasien virus Corona tidak bisa ditangani di rumah sakit.

"Tapi untuk belakangan ini, (penyebabnya) bisa karena nunggu RS karena RS itu penuh. Kalau di awal dulu karena memang tak mau dibawa ke RS karena mengira kalau hanya terkena flu biasa," bebernya.

Kasus Kematian Corona di Sleman Melonjak

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sleman, per tanggal 29 Juni sudah ada 145 kasus kematian Corona. Joko menyebut, kasus pasien meninggal ini hampir 2 kali lipat dari dari bulan Januari.

"Januari yang meninggal ada 87 kasus, Februari 90 kasus, Mei 92, dan di luar dugaan di bulan Juni ini sampai kemarin sudah 145. Hampir 2 kali lipat Januari. Kemungkinan hari ini masih akan bertambah," sebutnya.

Sementara untuk kasus positif hingga tanggal 29 Juni 2021 tercatat ada 6.254 kasus aktif. Dia menyebut di bulan Juni ini merupakan rekor tertinggi penambahan kasus di Sleman.

"Sampai tanggal 29 Juni kasus positif sudah menembus 6.254 kasus. Kami juga prediksi pada 30 Juni ini masih akan banyak penambahan karena banyak sampel PCR yang belum keluar Untuk bulan Juni ini memang pecah rekor," pungkasnya.

(sip/mbr)