Boyolali Zona Merah Corona, Penegakan Prokes Bakal Makin Represif

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 13:01 WIB
Sekda Boyolali Masruri
Foto: Sekda Boyolali Masruri (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah kini menjadi zona merah penularan virus Corona atau COVID-19. Satpol PP pun diinstruksikan untuk makin tegas menegakkan disiplin protokol kesehatan (prokes).

"Dengan meningkatnya kasus yang sangat luar biasa maka sudah saya sampaikan kepada Kepala OPD (organisasi perangkat daerah) dan camat sampai ke desa, agar pengetatan 5 M dan saya perintahkan kepada Kasatpol (Kepala Satpol PP Boyolali) agar represif dalam penegakan disiplin 5 M untuk COVID-19," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, Masruri, kepada detikcom Senin (28/6/2021).

Untuk diketahui kasus Corona di Boyolali meningkat tajam. Dalam sepekan pada minggu ke-25, terjadi penambahan kasus sebanyak 1.297 kasus, bahkan pada Minggu (27/6) kemarin terjadi penambahan 435 kasus Corona sehari.

Sementara itu, jumlah kasus aktif di Boyolali saat ini sebanyak 1.735 orang. Rinciannya 259 orang di antaranya dirawat, dan 1.494 sisanya menjalani isolasi mandiri.

Kemudian akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Boyolali sebanyak 10.832 kasus. Dari jumlah tersebut 1.753 di antaranya merupakan kasus aktif, 8.640 (79,8 persen) selesai isolasi atau dinyatakan sembuh, dan 439 meninggal dunia (4,1 persen).

Boyolali saat ini masuk zona risiko tinggi atau zona merah Corona dengan skor indeks kesehatan masyarakat (IKM) 1,72. Masruri pun mengimbau masyarakat agar taat protokol kesehatan 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Dia pun mengimbau agar kegiatan peribadatan atau Jumatan di area RT yang berada di zona merah Corona ditiadakan sementara. Sementara untuk daerah yang masuk zona oranye, kuning maupun hijau diberi izin untuk menggelar ibadah asal menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Kita imbau langsung kepada masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan yang lain untuk supaya kegiatan-kegiatan beribadah yang sunah-sunah di rumah saja. Kalau di RT yang masih zona oranye atau kuning atau hijau, Jumatan tetap berjalan dengan protokol kesehatan ketat. Tapi yang zona merah salat Jumat ditiadakan terlebih dahulu," pesan Masruri.

Hal yang sama juga disarankan untuk kegiatan peribadatan di gereja-gereja dan lainnya. Pemkab Boyolali juga sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat bagi warganya yang terpapar COVID.

"Dan kita juga sudah siapkan untuk isolasi-isolasi yang ada di Kabupaten Boyolali, bagi warga yang isolasi di rumah tempatnya tidak memenuhi syarat," pungkasnya.

Lihat juga video 'Pencipta GeNose Bicara soal Peluang Alatnya Deteksi Varian Baru Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)